Dalam kesempatan tersebut, Rosana turut menyampaikan apresiasi atas kebersamaan selama empat tahun masa kepemimpinannya di DWP UPR.
“Terima kasih atas kebersamaan dan sumbangsih pemikiran selama ini. Ini adalah tahun terakhir saya memimpin DWP UPR. Selama empat tahun, kita telah berbagi, berkarya, dan menghadirkan kebahagiaan, baik di organisasi maupun dalam keluarga,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor UPR, Salampak, menyampaikan bahwa semangat perjuangan Kartini tetap relevan dalam menghadapi tantangan zaman modern.
Menurutnya, perjuangan Kartini tidak hanya soal sejarah, tetapi juga tentang keberanian berpikir maju, melampaui batas, serta memperjuangkan hak pendidikan dan martabat kemanusiaan.
“Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi, perempuan dituntut lebih bijak dalam menyaring informasi. Keterbukaan informasi dan maraknya berita viral harus diimbangi dengan kemampuan literasi yang baik,” jelasnya.
Ia juga mengucapkan selamat Hari Kartini kepada seluruh perempuan Indonesia, seraya mengingatkan bahwa di balik kesuksesan seorang laki-laki, terdapat perempuan tangguh yang mendukung dari belakang.
Peringatan Hari Kartini ini diharapkan mampu memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam pembangunan nasional.(bud)







