Menyerap Teknologi Pangan di Nganjuk

oleh
oleh
Wakil Bupati Felix Sonadie ditemani Kepala Dinas Pertanian Barito Utara Adi Haryadi dan Direktur PT Adi Jaya Internasional, Maryadi Nur Amali saat kunjungan studi banding teknologi pangan di Nganjuk, Rabu (22/4).
Wakil Bupati Felix Sonadie ditemani Kepala Dinas Pertanian Barito Utara Adi Haryadi dan Direktur PT Adi Jaya Internasional, Maryadi Nur Amali saat kunjungan studi banding teknologi pangan di Nganjuk, Rabu (22/4).

Wabup Barito Utara Incar Efisiensi Pengolahan Padi

NGANJUK, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus mengakselerasi program kemandirian pangan. Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y Tingan AMd, memimpin rombongan studi banding ke pabrik beras terintegrasi PT Adi Jaya Internasional di Nganjuk, Jawa Timur, Rabu (22/4).

Fokus utama kunjungan adalah menyerap pengetahuan tentang sistem pengolahan padi modern yang mampu meningkatkan nilai jual hasil panen yang ada didaerah setempat.

Rombongan disambut oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ida Shobihatan, serta Direktur PT Adi Jaya Internasional, H. Maryadi Nur Amali. Dalam rombongan Barito Utara turut hadir Kepala Dinas Pertanian, Adi Haryadi untuk mendalami secara teknis setiap tahapan produksi.

“Pemerintah Kabupaten Barito Utara mengamati secara saksama alur operasional pabrik yang mengusung konsep terpadu.

Proses yang ditinjau meliputi masuknya gabah basah dari petani, pengeringan mekanis, penggilingan presisi tinggi, hingga pengemasan beras premium,”kata Wakil Bupati saat itu.

Para petugas pabrik juga memperlihatkan sistem pengendalian mutu yang diterapkan di setiap tahap. Felix mengungkapkan Barito Utara selama ini lebih banyak mengekspor gabah ke luar daerah dalam bentuk mentah.

“Kami memiliki lahan luas dan produksi melimpah, tapi petani belum maksimal menikmati keuntungan. Selama ini kami lebih banyak menjual gabah kasar.

Padahal, jika dikelola dengan teknologi seperti di sini, nilai ekonominya bisa berlipat,” tuturnya.

Baca Juga:  Bupati Barito Utara Tegaskan PPDB Berintegritas untuk Pemerataan Akses Pendidikan

Pihaknya juga tidak serta-merta akan meniru persis, namun ingin mengadaptasi teknologi serupa sesuai karakteristik lahan dan sumber daya lokal Barito Utara.

“Setidaknya, kami ingin memulai dari model kemasan beras bermerek daerah, lalu bertahap membangun fasilitas pengeringan dan penggilingan modern yang terjangkau petani,” jelasnya lagi.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Barito Utara yang turut hadir juga menyoroti pentingnya aspek pemasaran. Ia mencatat strategi distribusi PT Adi Jaya yang mampu menembus pasar supermarket di beberapa provinsi. Hal ini dinilai sebagai pelajaran penting agar hasil pertanian Barito Utara tidak hanya dijual di pasar lokal.

Kegiatan studi banding ini diharapkan melahirkan rencana aksi nyata. Beberapa rekomendasi awal yang akan dibawa pulang antara lain pendampingan petani beralih ke sistem kelembagaan pasca panen bersama, serta menjajaki peluang kerja sama teknis dengan mitra di Nganjuk.

Dengan langkah ini, Barito Utara optimistis dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat lumbung pangan daerah.

Sementara itu pemilik perusahaan, Maryadi, menjelaskan bahwa adopsi teknologi terintegrasi mampu menekan susut hasil (loss) hingga di bawah 5 persen.

“Selain itu, warna, kebersihan, dan daya simpan beras menjadi lebih terjaga. Konsumen nasional saat ini sangat selektif, sehingga standar higienitas dan tampilan produk menjadi kunci daya saing,” tutupnya. (ren/nue/ko)