MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara, Hj Rujana Anggraini menyampaikan keprihatinan mendalam terkait kenaikan harga bahan pendukung produksi yang mulai membebani sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Meski terlihat sederhana, kenaikan harga barang seperti kemasan plastik, kertas pembungkus, hingga bahan baku tambahan lainnya dinilai menjadi tekanan baru bagi para pelaku usaha di tingkat bawah.
Hj Rujana mengamati, kondisi ini menempatkan pelaku UMKM pada posisi yang sangat sulit. Di satu sisi, kenaikan biaya operasional memaksa mereka untuk menyesuaikan harga jual agar bisnis tetap berjalan. Namun di sisi lain, menaikkan harga produk memiliki risiko besar, yakni penurunan daya beli masyarakat yang sedang berusaha pulih secara ekonomi.
“Kami menerima laporan bahwa situasinya sudah cukup berat bagi kawan-kawan di sektor UMKM. Sebagian ada yang terpaksa menaikkan harga jual agar tidak rugi, bahkan ada juga yang memilih untuk tutup sementara waktu sambil menunggu harga bahan baku kembali stabil,” ungkap Hj. Rujana dengan nada prihatin.
Dirinya menambahkan, fenomena ini tidak bisa dibiarkan berlarut- larut karena menyangkut hajat hidup orang banyak. “Jika modal usaha terus membengkak sementara pemasukan menurun akibat daya beli yang melemah, maka pilihan untuk berhenti sementara menjadi jalan terakhir yang pahit bagi pedagang. Kita tidak ingin melihat lebih banyak lagi UMKM yang gulung tikar hanya karena persoalan harga plastik dan bahan pendukung lainnya,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk terus memantau ketersediaan dan stabilitas harga barang-barang tersebut di pasar.
Hj. Rujana juga mendorong para pelaku UMKM untuk tetap optimis dan mulai melakukan inovasi dalam manajemen produksi guna menyiasati situasi ini, sembari menunggu adanya intervensi kebijakan dari pemerintah.
Sebagai penutup, ia berharap ada solusi konkret berupa penguatan bantuan atau skema operasi pasar yang menyasar bahan-bahan pendukung produksi UMKM.
Menurutnya, perlindungan terhadap sektor ini sangat krusial karena UMKM merupakan tulang punggung ekonomi kerakyatan di Barito Utara yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari.(bn/ans/ko)







