Faridawaty Soroti Amanah Bantuan Kurban

oleh
oleh
Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh

PALANGKA RAYA, kaltengonline.com – Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Tengah (Kalteng), Faridawaty Darland Atjeh, menyoroti pentingnya menjaga amanah dan kepercayaan masyarakat dalam penyaluran bantuan pemerintah. Pesan itu disampaikannya saat silaturahmi Iduladha di Kantor DPW Partai NasDem Kalteng, Rabu (27/5/2026).

Faridawaty menegaskan, sorotannya bukan karena Partai NasDem kekurangan bantuan sapi kurban. Ia justru menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kalteng Agustiar Sabran yang memberikan bantuan lima ekor sapi kurban kepada Partai NasDem, meski hingga saat itu baru empat ekor yang diterima.

“Saya sangat berterima kasih dengan Bapak Gubernur Kalimantan Tengah. Kami tidak minta. Tapi beliau mengabarkan bahwa Partai NasDem diberi bantuan lima ekor sapi. Kemarin diantar empat, Alhamdulillah,” ujarnya.

Persoalan berbeda muncul ketika anggota Komisi III DPRD Kalteng diminta mengajukan proposal bantuan hewan kurban untuk masjid. Faridawaty mengaku pihaknya bergerak cepat menghubungi sejumlah pengurus masjid karena proposal diminta segera disampaikan. Namun setelah proposal masuk, pihaknya mendapat informasi bahwa bantuan hewan kurban tersebut tidak tersedia.

Menurut Faridawaty, persoalan itu bukan terletak pada ada atau tidaknya sapi. Ia menilai yang jauh lebih penting adalah kejelasan informasi dan kepercayaan masyarakat. Terlebih, ia menyayangkan adanya informasi kepada masyarakat yang menyebut bantuan tersebut tidak mendapat persetujuan gubernur.

“Ini kan beban moral, bukan masalah sapinya. Sapinya masih bisa kita beli. Tetapi mempermainkan masyarakat itu tidak baik. Dan yang dijual itu adalah nama Bapak Gubernur,” tegasnya.

Ketua Fraksi NasDem DPRD Kalteng itu berharap kejadian tersebut menjadi evaluasi agar tidak ada lagi perbedaan informasi antara laporan kepada pimpinan dan pelaksanaan di lapangan. Menurutnya, sikap amanah merupakan fondasi kepercayaan publik. Ia mengingatkan bahwa hilangnya kepercayaan dapat memicu persoalan sosial yang lebih luas, termasuk kemiskinan dan kebodohan yang disebutnya sebagai dua tantangan besar bangsa. (ko)