PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Upaya menekan angka penyebaran tuberkulosis (TBC) di Kalimantan Tengah (Kalteng) dinilai harus dimulai dari lingkungan masyarakat. Karena itu, DPRD Kalteng mendorong pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC sebagai gerakan berbasis komunitas yang tidak hanya berfokus pada penanganan kasus, tetapi juga memperkuat pencegahan sejak dini.
Anggota DPRD Kalteng, Agie, mengatakan keberhasilan pengendalian TBC tidak cukup hanya mengandalkan tenaga kesehatan maupun pemerintah. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam memutus mata rantai penularan penyakit tersebut.
“Penanganan TBC akan lebih efektif apabila masyarakat ikut terlibat secara langsung. Warga harus memiliki pemahaman yang baik tentang pencegahan, mengenali gejala sejak awal, serta mendukung penderita agar menjalani pengobatan sampai tuntas,” ujarnya, Kamis (18/6).
Ia menjelaskan, keberadaan Desa dan Kelurahan Siaga TBC diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap bahaya penyakit menular tersebut. Melalui program ini, edukasi kesehatan dapat dilakukan secara lebih intensif hingga ke tingkat lingkungan permukiman.
Selain memberikan penyuluhan, program tersebut juga diharapkan memperkuat proses penemuan kasus secara dini sehingga penderita dapat segera memperoleh penanganan medis. Langkah itu dinilai penting untuk menekan risiko penularan di tengah masyarakat.
Agie menambahkan, pelaksanaan Desa dan Kelurahan Siaga TBC memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari kader kesehatan, pemerintah desa dan kelurahan, perangkat RT dan RW, petugas puskesmas, hingga tokoh masyarakat. Sinergi tersebut diyakini akan membuat upaya pengendalian TBC berjalan lebih terarah dan berkesinambungan.
Ia menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah daerah di Kalteng yang mulai mengembangkan program serupa. Menurutnya, inisiatif tersebut layak diperluas agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat dari pendekatan berbasis komunitas.
“Jika dijalankan secara konsisten dengan dukungan semua pihak, Desa dan Kelurahan Siaga TBC dapat menjadi salah satu langkah efektif dalam memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat di Kalimantan Tengah,” katanya.
Lanjut Agie, DPRD Kalteng akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai program kesehatan, baik melalui penyusunan kebijakan maupun pengalokasian anggaran yang berpihak pada peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat. (ovi/ans/ko)







