DPRD Kalteng: Sensus Ekonomi 2026 Harus Detail agar Kebijakan Pembangunan Tepat Sasaran

oleh
oleh
Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Agie usai mengikuti RDPU bersama DLH Kalteng, Kamis (25/6).
Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Agie usai mengikuti RDPU bersama DLH Kalteng, Kamis (25/6).

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) dinilai memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah maupun nasional. Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Agie, menegaskan bahwa data yang akurat dan lengkap merupakan fondasi utama dalam menyusun kebijakan ekonomi yang tepat sasaran.

Menurut Agie, masyarakat perlu memahami bahwa banyaknya pertanyaan yang diajukan petugas sensus bukanlah tanpa alasan. Justru, pendataan yang rinci menjadi kunci untuk menghasilkan gambaran nyata mengenai kondisi ekonomi masyarakat.

“Bagi responden, kita juga harus melihat dulu secara keseluruhan. Tujuan pertanyaan yang mungkin terasa rumit ini adalah supaya datanya benar,” ujarnya, Selasa (30/6).

Ia menjelaskan, berbagai pertanyaan yang diajukan dalam SE2026, mulai dari pendapatan usaha, tabungan, hingga pola konsumsi masyarakat, merupakan bagian penting dalam proses pengumpulan data ekonomi. Menurutnya, semakin detail informasi yang diperoleh, maka semakin tinggi pula tingkat validitas data yang dihasilkan.

Agie menekankan, terdapat keterkaitan erat antara kualitas data, perencanaan pembangunan, dan solusi yang dihasilkan pemerintah. Oleh sebab itu, ia menilai pelaksanaan sensus memang harus dilakukan secara menyeluruh dan mendalam.

Baca Juga:  DPRD Kalteng Soroti Pelayanan PLN, Desak Transparansi dan Kompensasi bagi Pelanggan

“Jadi ada tiga hal penting, yakni data, perencanaan, dan solusi. Apabila data yang diperoleh tidak benar, maka sudah pasti solusi yang dihasilkan juga tidak akan tepat. Karena itulah Sensus Ekonomi ini harus detail agar datanya benar-benar valid,” tegasnya.

Mantan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palangka Raya tersebut mengatakan, data yang berkualitas akan menjadi dasar dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan yang lebih efektif dan tepat sasaran. Sebaliknya, data yang tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan dapat menyebabkan program pemerintah tidak mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara optimal.

“Kalau data yang masuk benar, maka solusi yang disiapkan pemerintah juga akan lebih tepat karena didasarkan pada kondisi yang sebenarnya,” ujarnya.

Sebagai anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Agie mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung suksesnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan informasi yang jujur dan akurat kepada petugas sensus yang datang melakukan pendataan. (zia/ans/ko)