PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin memastikan Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terus mempersiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk kesiapsiagaan sektor kesehatan melalui puskesmas di seluruh wilayah kota.
Fairid menegaskan hingga saat ini status penanganan bencana di Kota Palangka Raya masih berada pada tahap siaga darurat. Karena itu, seluruh perangkat daerah terkait diminta tetap siaga dan menjalankan tugas sesuai dengan kewenangannya, termasuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terdampak kabut asap.
“Ya, termasuk itu. Jadi begini, ada tahapan. Sekarang statusnya masih siaga darurat,” ujar Fairid kepada awak media, Selasa (28/7).
Ia menjelaskan, pemerintah tidak dapat serta-merta menaikkan status menjadi tanggap darurat. Keputusan tersebut harus melalui kajian dengan mempertimbangkan sejumlah indikator yang telah ditetapkan agar penanganan bencana dilakukan secara tepat dan sesuai kondisi di lapangan.
“Apabila nanti kita mau menaikkan status menjadi tanggap darurat, ada empat indikator yang harus diperhatikan, yaitu kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan perhubungan, seperti bandara apabila sudah terganggu,” jelasnya.
Fairid menambahkan, sektor kesehatan menjadi salah satu indikator utama yang terus dipantau. Kesiapan puskesmas dan fasilitas kesehatan diharapkan mampu memberikan pelayanan optimal apabila kualitas udara terus memburuk akibat kabut asap.
Ia menegaskan, Pemko Palangka Raya akan terus memonitor perkembangan situasi karhutla beserta dampaknya terhadap aktivitas masyarakat. Apabila seluruh indikator menunjukkan kondisi yang mengharuskan peningkatan status, pemerintah akan segera mengambil langkah sesuai prosedur yang berlaku demi menjamin keselamatan dan kesehatan masyarakat. (afa/ans/ko)







