PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Anggota DPRD Kalimantan Tengah menerima aspirasi masyarakat usai melaksanakan reses di Daerah Pemilihan Kapuas Hulu dan Mandau Talawang sesuai daerah pemilihannya. Hal utama yang langsung disorot oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Bambang Irawan adalah potret keterisolasian yang masih dirasakan oleh masyarakat.
Bambang Irawan menegaskan bahwa persoalan dasar seperti infrastruktur, listrik dan jaringan komunikasi masih jauh dari memadai. Dalam reses tersebut ia melakukan pada delapan titik. Tujuh titik berada di Kecamatan Mandau Talawang dan satu titik di Kapuas Hulu.
“Awalnya saya membayangkan listrik dan jaringan setidaknya sudah ada. Tapi kenyataannya jauh dari harapan,” katanya, Kamis (13/11).
Ia menyebut daerah-daerah tersebut hingga kini masih menghadapi tantangan berat akibat keterisolasian. Terkait infrastruktur, Bambang menjelaskan bahwa kondisi jalan antardesa dan kecamatan sangat memprihatinkan. Beberapa jembatan rusak dan belum dapat diperbaiki.
“Akses utama masyarakat masih mengandalkan jalur sungai, itupun dengan ongkos yang sangat besar,” jelasnya.
Situasi tersebut dinilai menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. Masalah selanjutnya adalah ketersediaan listrik. Ia mencontohkan, ibu kota Kecamatan Mandau Talawang, Sei Sepinang, baru menikmati PLN dalam waktu yang belum lama.
“Dari sekitar sembilan sampai sepuluh desa lainnya, hampir semuanya belum memiliki jaringan listrik,” ungkapnya.
Program PLTS atau TCU dari APDAL disebut belum mampu menjangkau masyarakat secara merata. Selain itu, jaringan komunikasi juga masih menjadi kendala besar. Meskipun teknologi seperti Starlink sudah tersedia secara nasional, pemanfaatannya di wilayah hulu dinilai belum optimal.
“Tiga unsur ini jalan, listrik, dan jaringan harus benar-benar mendapat perhatian pemerintah,” tegas Bambang.
Ia menambahkan, keterbatasan infrastruktur juga berdampak langsung pada minimnya program pemerintah yang masuk ke wilayah hulu. Bambang berharap pemerintah provinsi dan pusat lebih serius mengidentifikasi kebutuhan kawasan hulu agar tidak terus tertinggal dari wilayah hilir.
“Seperti program cetak sawah, banyak daerah di hulu tidak dilirik karena aksesnya sulit. Untuk menuju lokasi saja harus ada jalan yang layak,” katanya. (*afa/ko)







