Pembentukan Konselor Sebaya Perkuat Life Skill Remaja dan Cegah Pernikahan Dini

oleh

PULANG PISAU, Kaltengonline.com – Upaya pencegahan perkawinan anak terus diperkuat melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Palangka Raya melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMAN 2 Kahayan Tengah, Desa Bukit Rawi, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, dengan fokus pada pembentukan konselor sebaya untuk meningkatkan basic life skill remaja.

Kegiatan yang berlangsung pada November 2025 ini melibatkan puluhan siswa sebagai peserta utama dan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Youth Center of Health Promotion (YCHP) Palangka Raya. Program tersebut dirancang sebagai langkah preventif menghadapi masih tingginya angka perkawinan anak di wilayah pedesaan, termasuk di Kabupaten Pulang Pisau.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palangka Raya, Itma Annah SKM M Kes menyampaikan, rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi serta lemahnya kemampuan mengambil keputusan sering kali menjadi faktor pendorong terjadinya perkawinan anak.

“Melalui penguatan basic life skill, remaja diharapkan mampu mengenali potensi diri, mengelola emosi, serta berani mengambil keputusan yang sehat dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan berbagai keterampilan hidup dasar, mulai dari komunikasi efektif, manajemen emosi, pemecahan masalah, hingga keterampilan menolak tekanan lingkungan atau refusal skill. Selain itu, edukasi kesehatan reproduksi dan pemahaman mengenai dampak perkawinan anak terhadap pendidikan dan masa depan remaja juga menjadi materi utama.

Baca Juga:  Wali Kota Palangka Raya Tekankan Pemerataan Pembangunan

Sementara itu anggota tim pengabdian poltekes kemenkes Irene Febriani, SKep MKM menjelaskan, Konselor sebaya disiapkan sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah dengan harapan mampu menjadi tempat rujukan awal bagi teman-teman sebayanya ketika menghadapi persoalan seputar remaja.

“Pembentukan konselor sebaya menjadi strategi penting dalam menciptakan perubahan perilaku di kalangan remaja”, jelasnya.

Senada dengan itu, anggota tim pengabdian lainnya, Destinady K Miden, S.Kep, MKM, menambahkan bahwa pendekatan sebaya dinilai lebih efektif karena remaja cenderung lebih terbuka kepada teman seusianya. “Peran konselor sebaya sangat strategis untuk menyampaikan informasi yang benar, memberikan dukungan psikososial, serta mendorong perilaku positif tanpa kesan menggurui,” katanya.

Pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergi nyata antara pendidikan tinggi dan sekolah menengah dalam pembangunan sumber daya manusia. Kepala SMAN 2 Kahayan Tengah mengapresiasi metode pembelajaran yang interaktif dan mudah dipahami siswa, sehingga pesan pencegahan perkawinan anak dapat diterima dengan baik.

Konselor sebaya yang telah terbentuk akan terus mendapatkan pendampingan agar mampu menjalankan perannya secara optimal. Poltekkes Kemenkes Palangka Raya bersama YCHP Palangka Raya menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya pencegahan perkawinan anak, sekaligus membina generasi muda Desa Bukit Rawi agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat, mandiri, dan berdaya dalam menentukan masa depan. (hen)