KAPUAS MURUNG, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten Kapuas memberi perhatian serius terhadap kondisi jembatan penghubung antar desa. Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno bahkan turun langsung meninjau jembatan perbatasan Desa Bumi Rahayu, Kecamatan Kapuas Murung dengan Desa Basuta Raya, Kecamatan Kapuas Barat, Senin (9/3).
Peninjauan dilakukan usai kegiatan Safari Ramadhan Pemkab Kapuas di Masjid At-Taqwa Desa Bumi Rahayu. Wiyatno bersama rombongan memastikan langsung kondisi jembatan yang menjadi akses penting mobilitas masyarakat di dua wilayah tersebut.
“Jembatan penghubung Basuta Raya dan Bumi Rahayu ini sangat penting bagi masyarakat. Kita lihat langsung apakah masih layak dilewati atau perlu penanganan lebih lanjut,” ujar Wiyatno.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan antardesa hingga antar kecamatan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Infrastruktur tersebut dinilai sangat menentukan kelancaran aktivitas masyarakat, mulai dari distribusi hasil pertanian hingga mobilitas warga.
Ia menegaskan, pembangunan di Kabupaten Kapuas harus dirasakan secara merata oleh seluruh wilayah. Dengan kondisi daerah yang memiliki 17 kecamatan serta 231 desa dan kelurahan, pemerintah harus menyusun pembangunan secara terencana dan berdasarkan skala prioritas.
“Pembangunan harus kita rasakan bersama secara adil. Karena wilayah Kapuas sangat luas, maka pembagian anggaran dilakukan secara merata dengan tetap melihat kebutuhan yang paling mendesak,” tegas Wiyatno.
Untuk mempercepat pembangunan di tingkat desa, Pemkab Kapuas pada tahun 2026 kembali mengalokasikan program satu miliar satu desa. Program tersebut diharapkan mampu mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dan fasilitas masyarakat di desa.
“Setelah Hari Raya nanti mudah-mudahan pelaksanaannya sudah bisa dimulai sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Sebelumnya, dalam rangkaian Safari Ramadhan tersebut, Pemkab Kapuas juga menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat serta menyerahkan bantuan kepada Masjid At-Taqwa Desa Bumi Rahayu.
Kegiatan itu dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, tokoh agama, serta masyarakat setempat. Selain mempererat silaturahmi dengan warga, Safari Ramadhan juga menjadi momentum pemerintah daerah untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus melihat langsung kondisi pembangunan di wilayah pedesaan. (art/ko)







