Distribusi Hewan Kurban di Kobar Anjlok, Tahun Ini Hanya 163 Ekor

oleh
oleh

Pangkalan Bun, kaltengonline.com — Penyaluran hewan kurban di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) pada Iduladha 2026 mengalami penurunan drastis dibanding tahun sebelumnya. Jika pada 2025 jumlah hewan kurban yang disalurkan mencapai 309 ekor, tahun ini hanya tercatat sebanyak 163 ekor.

Ratusan hewan kurban tersebut disalurkan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI) kepada takmir masjid, mushola, dan sejumlah lembaga kemasyarakatan di enam kecamatan. Kegiatan penyerahan dipusatkan di halaman belakang Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan di Jalan Pasir Panjang, Pangkalan Bun.

Dari total hewan kurban yang tersedia, sebanyak 40 ekor sapi berasal dari bantuan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat. Sementara itu, dukungan perusahaan melalui program CSR BUMN dan BUMD menyumbang 91 ekor, sedangkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan 30 ekor hewan kurban.

Jumlah tersebut kemudian bertambah setelah adanya bantuan dua ekor sapi dari Presiden Republik Indonesia. Meski begitu, total keseluruhan masih jauh di bawah capaian tahun lalu yang mencapai lebih dari 300 ekor hewan kurban.

Baca Juga:  Museum Cornelius Willem dan Jejak Lanud Iskandar Kobarkan Semangat Atlet Panahan Kobar

Ketua PHBI Kobar, Rustam Effendi, mengatakan program penyaluran hewan kurban merupakan agenda rutin tahunan yang tidak hanya berfokus pada pelaksanaan ibadah, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan semangat berbagi serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, khususnya pada momentum Hari Raya Iduladha,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

Bupati Kotawaringin Barat, Hj. Nurhidayah, menegaskan pemerintah daerah tetap berkomitmen menjaga pemerataan distribusi daging kurban meski jumlah hewan kurban tahun ini mengalami penurunan. Ia berharap bantuan yang disalurkan tetap mampu memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini bergantung pada program kurban pemerintah dan PHBI.(bud)