PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pemerintah Kota Palangka Raya melakukan penataan jaringan kabel komunikasi yang selama ini dinilai semrawut di sejumlah ruas jalan.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin meninjau proses perapian kabel di kawasan Jalan G Obos. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perusahaan penyedia layanan internet (provider), PLN hingga Telkom.
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal pemerintah dalam menciptakan tata kota yang lebih rapi, aman dan nyaman dipandang.
Fairid mengatakan, penataan jaringan kabel tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah. Karena itu, pihaknya menggandeng seluruh pihak terkait agar pekerjaan dapat berjalan lebih efektif.
“Berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, baik dari provider, PLN, Telkom maupun penyedia layanan lainnya itu penting yang ada di Kota Palangka Raya. Sebenarnya kami sudah memiliki forum dan grup koordinasi untuk merapikan kabel-kabel yang ada di kota ini,” ujarnya saat ditemui, Rabu (18/6).
Fairid menyebut ada sekitar delapan provider yang tergabung dalam forum tersebut telah berbagi tugas untuk merapikan kabel di sejumlah ruas jalan. Menariknya, masing-masing provider tidak hanya menata kabel miliknya sendiri, tetapi juga membantu merapikan kabel milik provider lain yang berada di lokasi yang sama.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh provider yang cukup kompak. Mereka sudah dibagi tugas masing-masing. Misalnya provider A merapikan kabel di satu ruas jalan, bukan hanya kabel miliknya sendiri, tetapi juga kabel milik provider lain. Begitu pula provider lainnya di ruas jalan yang berbeda,” katanya.
Ia menjelaskan, tahap awal penataan difokuskan pada perapian kabel yang semrawut dan meninggikan kabel yang masih berada pada posisi rendah.
Setelah tahap perapian selesai, Pemko akan melanjutkan penataan dengan meningkatkan standar tinggi tiang penyangga kabel. Saat ini, ratarata provider menggunakan tiang setinggi tujuh meter untuk kabel yang sejajar jalan dan sembilan meter untuk kabel yang melintasi jalan.
“Tahapan dimulai dari merapikan kabel yang semrawut, kemudian meninggikan tiang, menata kabel yang menyeberang jalan, hingga pada tahap akhir memungkinkan sebagian kabel dipindahkan ke bawah tanah.
Namun tentu tidak seluruh jaringan dapat dipindahkan ke bawah tanah,” jelasnya.
Terkait target pekerjaan, Fairid berharap proses perapian awal dapat diselesaikan hingga akhir pekan ini. Setelah itu akan dilakukan evaluasi untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk peninggian tiang dan penataan kabel yang melintasi jalan.
Ia juga menyebut kebutuhan penataan jaringan di seluruh Kota Palangka Raya cukup besar. Jika dihitung secara keseluruhan, kebutuhan tiang penyangga diperkirakan mencapai ratusan ribu unit. Meski demikian, Fairid optimistis penataan yang dilakukan secara bertahap akan membawa perubahan signifi kan terhadap wajah Kota Palangka Raya. (afa/ans/ko)







