Wali Kota Palangka Raya Imbau Warga Sesuaikan Penggunaan Listrik Saat Pemadaman Bergilir

oleh
oleh
Fairid Naparin
Fairid Naparin

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Terjadinya pemadaman bergilir lanjutan di Kota Palangka Raya yang dikeluhkan oleh masyarakat menjadi sorotan Pemerintah Kota Palangka Raya. Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin menyampaikan pihaknya saat ini menghimbau agar penggunaan listrik dapat dikondisikan mengingat dirinya belum mendapat keterangan secara lngsung dari PLN.

“Ya kita menghimbau untuk sementara ini kepada masyarakat bisa mengkondisikan penggunaan listrik meski tidak dapat dipungkiri bahwa ini menjadi keluhan bersama yang dirasakan oleh seluruh lini,” ujarnya, Sabtu (25/7).

Namun demikian, pihaknya juga mengatakan akan segera melakukan koordinasi dengan PLN mengingat hingga saat ini belum menerima penjelasan lengkap mengenai penyebab terjadinya pemadaman bergilir. Karena itu, ia memilih berkoordinasi terlebih dahulu sebelum memberikan tanggapan lebih jauh mengenai persoalan tersebut.

“Saya akan berkoordinasi terlebih dahulu karena ini baru terjadi dalam beberapa hari terakhir. Saya tidak ingin memberikan jawaban yang belum berdasarkan informasi yang lengkap,” ujarnya.

Disamping itu, Fairid berharap PLN segera menyampaikan penjelasan resmi kepada masyarakat, termasuk penyebab terjadinya pemadaman dan jadwal pelaksanaannya.

Ia menjelaskan kepastian informasi penting agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat, terlebih sebelumnya sempat disampaikan bahwa proses perbaikan telah selesai dan pasokan listrik kembali normal.

“Saya berharap pihak PLN segera memberikan penjelasan kepada masyarakat dan rekan-rekan media. Masyarakat perlu mengetahui penyebab pemadaman, jadwalnya seperti apa, karena sebelumnya disampaikan sudah selesai perbaikan dan kondisi kembali normal, tetapi ternyata terjadi pemadaman lagi. Sampai saat ini saya juga belum memperoleh penjelasan lengkap mengenai penyebabnya,” katanya.

Terkait dampak pemadaman terhadap rumah sakit dan fasilitas pelayanan publik, Fairid menegaskan bahwa setiap rumah sakit pada dasarnya telah memiliki standar operasional berupa ketersediaan generator set (genset) yang dapat bekerja secara otomatis ketika aliran listrik terputus. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat seharusnya tetap berjalan.

“Rumah sakit memiliki standar operasional. Saat pembangunan rumah sakit, salah satu syaratnya harus memiliki genset yang dapat bekerja secara otomatis ketika listrik padam. Karena itu, sebenarnya pelayanan rumah sakit tidak boleh terganggu,” tegasnya.

Ia menambahkan, perhatian utama pemerintah daerah justru tertuju pada dampak pemadaman terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Menurut Fairid, keterbukaan informasi dari PLN akan membantu pelaku usaha maupun warga dalam menyesuaikan aktivitas sehari-hari sehingga kerugian akibat pemadaman dapat diminimalkan.

Sementara itu, berdasarkan keterangan resmi PLN ULP Palangka Raya Timur tertanggal 27 Juli 2026, pemadaman bergilir lanjutan di Kota Palangka Raya terjadi akibat penurunan kemampuan pasok daya pada Sistem Interkoneksi Kalimantan.

Kondisi tersebut dipicu oleh gangguan generator di PLTU Asam-Asam serta kebocoran pipa boiler dan turbin pada dua unit pembangkit Independent Power Producer (IPP), sehingga dilakukan pengaturan beban melalui pemadaman bergilir di sejumlah wilayah. (afa/ans/ko)