PALANGKA RAYA, kaltengonline.com – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Tengah.
Pesan tersebut disampaikan melalui Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalteng Lisda Arriyana saat menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Palangka Raya (UPR) Tahun 2026.
Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 3.542 mahasiswa baru UPR yang tersebar di berbagai fakultas dan program studi.
Dalam kesempatan itu, Lisda menyampaikan salam dan ucapan selamat dari Gubernur Kalteng Agustiar Sabran kepada seluruh mahasiswa baru yang resmi menjadi bagian dari keluarga besar UPR.
“Selamat bergabung. Kalian patut bangga bisa bergabung di UPR,” kata Lisda.
Namun, menurutnya, status sebagai mahasiswa tidak hanya menjadi sebuah kebanggaan. Di balik kesempatan menempuh pendidikan tinggi, terdapat amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan.
“Menjadi mahasiswa bukan hanya kebanggaan, tetapi juga amanah dan tanggung jawab,” tegasnya.
Lisda mengatakan, mahasiswa jangan memandang perguruan tinggi hanya sebagai tempat untuk mengejar ijazah. Lebih dari itu, masa perkuliahan harus dimanfaatkan untuk membentuk karakter, mengasah kepemimpinan, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah lulus.
“UPR bukan hanya tempat mencari ijazah, tetapi juga tempat membentuk karakter dan mengasah kepemimpinan,” ujarnya.
Lisda menegaskan sektor pendidikan menjadi salah satu sektor utama dalam meningkatkan kualitas SDM Kalteng. Karena itu, pemerintah provinsi terus mendorong agar generasi muda mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas.
Menurutnya, komitmen tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional dan Astacita Presiden.
“Kami ingin pendidikan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas SDM Kalteng. Ini harus tegak lurus dengan Astacita Presiden,” katanya.
Ia juga menegaskan pemerintah tidak ingin masih ada putra-putri Kalteng yang kesulitan mendapatkan pendidikan tinggi maupun memenuhi kebutuhan dasar lainnya.
“Kami tidak ingin putra-putri Kalteng tidak bisa kuliah, tidak bisa berobat dan tidak bisa makan. Karena itu, kami mendukung komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di UPR,” tuturnya.
Kepada ribuan mahasiswa baru, Lisda berpesan agar tidak takut memiliki cita-cita besar. Menurutnya, keberhasilan sangat bergantung pada kemauan dan usaha yang dilakukan masing-masing individu.
“Jangan takut bermimpi. Tidak ada yang tidak mungkin, tergantung kemauan dan usaha dari adik-adik semua,” pesannya.
Ia mengingatkan mahasiswa bahwa kesuksesan tidak dapat diraih secara instan. Setiap pencapaian membutuhkan proses panjang yang di dalamnya terdapat kerja keras dan pengorbanan. “Semua membutuhkan proses, kerja keras dan pengorbanan,” pungkasnya. (bud)







