KULON PROGO, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten Barito Utara melakukan kaji tiru ke Pemerintah Kabupaten Kulon Progo pada Jumat (7/8) dengan mengusung tiga fokus utama, yakni tata kelola kesehatan, ketahanan pangan, serta pengembangan perindustrian dan UMKM. Rombongan yang dipimpin Wakil Bupati Felix Soenadi Y Tingan A Md itu secara khusus mendalami kebijakan dan inovasi yang telah berhasil diimplementasikan oleh daerah istimewa tersebut.
Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkaya wawasan dan pengalaman langsung mengenai strategi pembangunan yang terbukti efektif di Kulon Progo.
Meski demikian, Pemkab Barito Utara menegaskan bahwa seluruh materi yang diperoleh tidak akan serta-merta ditiru mentah-mentah, melainkan akan melalui proses adaptasi mendalam sesuai dengan karakteristik daerah.
“Hasil kaji tiru ini tidak sematamata untuk ditiru secara utuh, melainkan menjadi bahan pembelajaran yang akan disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi, dan kemampuan Pemerintah Kabupaten Barito Utara demi meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” demikian petikan sambutan tertulis Bupati Barito Utara H. Shalahuddin yang dibacakan oleh Wabup Felix.
Pada fokus pertama, rombongan menyoroti kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo. Materi yang dikaji meliputi peningkatan tata kelola perencanaan, penganggaran, dan pengelolaan keuangan daerah, serta penanganan layanan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat.
Pemkab Barut menilai sistem penanganan ODGJ berat di Kulon Progo cukup maju dan berpotensi diadopsi untuk memperbaiki layanan sosial di wilayahnya.
Fokus kedua tertuju pada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan. Pemkab Barito Utara mempelajari secara mendalam program Lumbung Mataram yang menjadi ikon ketahanan pangan daerah, serta mekanisme swakelola proyek pertanian dan pengolahan hasil.
Rombongan berharap model ini dapat meningkatkan produktivitas sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Barito Utara.
Adapun fokus ketiga menyasar Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UMKM.
Materi yang dikaji mencakup strategi pengembangan UMKM, pembinaan Kelompok Dewasa Mandiri Produktif (KDMP), serta tata kelola pelayanan masyarakat yang terintegrasi. Langkah ini diambil guna mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan memperkuat ekosistem usaha mikro di Barito Utara.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko menyambut baik kedalaman materi yang dibawa oleh rombongan. Ia berharap kunjungan ini menjadi ajang pertukaran gagasan yang konstruktif.
“Momentum kunjungan ini dimanfaatkan dengan sebaikbaiknya untuk bertukar pikiran, berbagi pengalaman, dan memperkuat sinergi antardaerah guna mewujudkan kemakmuran serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Ambar.
Dengan mengusung tiga pilar fokus tersebut, Pemkab Barito Utara berkomitmen untuk menjadikan hasil kaji tiru ini sebagai fondasi nyata dalam membenahi birokrasi dan tata kelola pemerintahan.
Langkah adaptif ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih responsif serta berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Barito Utara ke depan. (ren/nue/ko)







