Karhutla Kobar Meningkat, Dinkes Catat 12.275 Kasus ISPA

oleh
oleh

PANGKALAN BUN, Kaltengonline.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, mencatat 12.275 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama 33 periode pengamatan. Data tersebut tercatat melalui Dashboard Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

Kasus ISPA mengalami fluktuasi. Pada periode ke-32, jumlah kasus mencapai 515 kasus, kemudian turun menjadi 465 kasus pada periode ke-33.

Kepala Dinas Kesehatan Kobar, Hardiono, mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, terutama saat aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat serta asap terpantau di sejumlah wilayah.

“Pada saat aktivitas kebakaran hutan dan lahan meningkat, kami juga melihat peningkatan kasus ISPA. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Hardiono, Senin (31/8/2026).

Meski demikian, Hardiono menegaskan data tersebut belum dapat menyimpulkan bahwa karhutla secara langsung menyebabkan peningkatan kasus ISPA. Menurutnya, ISPA dapat dipengaruhi berbagai faktor, sedangkan asap dan memburuknya kualitas udara merupakan salah satu faktor lingkungan yang perlu diwaspadai.

Aktivitas karhutla di Kobar juga masih tinggi. Berdasarkan laporan Satgas Penanganan Karhutla pada 29 Agustus 2026 pukul 20.30 WIB, tercatat 100 titik panas (hotspot).

Hotspot terbanyak berada di Kecamatan Arut Selatan sebanyak 73 titik, disusul Kumai 13 titik, Kotawaringin Lama 10 titik, Pangkalan Lada 3 titik, dan Pangkalan Banteng 1 titik.

Dinkes Kobar memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan dan penyakit kronis. Puskesmas dan fasilitas kesehatan juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan peningkatan keluhan pernapasan.

Hardiono mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk dan menggunakan masker yang sesuai. Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri apabila mengalami sesak napas atau keluhan pernapasan yang semakin berat.

Dengan 12.275 kasus ISPA hingga periode ke-33, kewaspadaan masyarakat terhadap kondisi udara perlu terus ditingkatkan seiring penanganan karhutla di Kobar.