PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melantik 12 pejabat pimpinan tinggi pratama di Aula Hapakat Jaya Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Rabu malam (16/9). Pelantikan sekaligus pengambilan sumpah janji tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin.
Orang nomor satu di Kota Palangka Raya ini menyampaikan sistem penilaian dalam agendanya malam itu berdasarkan Kotak Manajemen Talenda atau Manajement Box.
“Pelantikannya menggunakan manajemen talenta yang sudah saya sampaikan. Artinya, yang dilantik ini memang pantas. Mereka ada di Box 9, baik itu secara potensi dan kinerja,” ujarnya kepada Kalteng Pos saat diwawancara.
Fairid menyebut prosesi masuk ke penilaian manajemen untuk mengisi kekosongan posisi jabatan di instansi dengan memperhatikan kinerja dan potensi Aparatur Sipil Negara (ASN) sehingga untuk mendapatkan ASN yang sesuai perlu waktu dengan kesesuaian kompetensi, integritas, hingga profesional.
“Kenapa pada saat ini? Karena kebutuhan organisasi untuk jabatan-jabatan yang kosong. Karena penyesuaian tadi. Jadi mengisi untuk naik rata-rata itu, pertama box itu sangat-sangat rendah. Supaya sumber daya manusia ASN yang ada di Kota Palangka Raya sesuai berkompetensi, berintegritas, profesional, kan harus mengisi. Maka dari itu, ini baru sudah mulai terisi, baru terjadi pelantikan,” terangnya.
Ia menambahkan, pelantikan tersebut dimulai dari jabatan tertinggi hingga ke bawah. Tugas utamanya sebagai bentuk pelayanan yang optimal.
“Memang kebutuhan organisasi setelah ini juga akan diikuti menurun ke jabatan di bawahnya. Jadi kami memang dari top down. Seperti baik eselon tiga, camat, lurah itu akan ada waktunya,” ungkapnya.
Diakhir Fairid berharap setelah pelantikan ini para pejabat yang diberikan amanah dapat bekerja memenuhi target dan bisa lebih giat, cepat dan menjadi lebih baik utamanya dalam memberikan pelayanan.
“Penekanan saya adalah lebih ke bagaimana untuk mereka satu mindset, satu tim kerja. Jadi bukan ego sektoral. Tapi ini atas nama Pemerintah Kota Palangka Raya, satu tim kerja. Jadi tidak ada yang namanya lempar-melempar. Satu-satu salah, salah semua. Jadi kami ingin menyatukan juga satu data,” pungkasnya. (afa/ans/ko)






