
PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Palangka Raya, Akhmad Fordiansyah amengungkapkan, nilai investasi di kota cantik, dalam beberapa tahun terakhir cenderung mengalami kenaikan.
“Pada tahun 2019, nilai investasi di Kota Palangka Raya dapat mencapai Rp156 miliar. Meningkat pada tahun 2020 menjadi Rp201 miliar lebih, ini berarti cukup meningkat,” ungkapnya kemarin.
Berdasarkan data terbaru dari pihaknya peningkatan nilai investasi di daerah berjuluk Kota Cantik tersebut juga terjadi pada tahun 2021, yaitu naik menjadi Rp233 miliar lebih dari tahun sebelumnya.
“Untuk tahun 2022 ini sampai dengan data di triwulan II, nilai investasi yang masuk ada sekitar Rp241 miliar. Jumlah itu sudah hampir mendekati target nasional yang ditetapkan sebesar Rp275 miliar,” tuturnya.
Sambungnya, hingga saat ini DPMPTSP Kota Palangka Raya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, dengan melakukan fasilitas peraturan dan ketentuan penanaman modal untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha dan meningkatkan nilai investasi daerah.
Selain itu DPMPTSP Kota Palangka Raya terus menerus berupaya melakukan sosialisasi kepada para pelaku usaha di Kota Palangka Raya tentang perizinan menggunakan sistem Online Single Submision Disk Based Approach (OSS RBA).
“Kami pun optimis iklim investasi di Palangka Raya akan terus meningkat. Pada semester pertama ini saja sudah ada 200 lebih investor dari target 200an investasi baru di 2022,” terangnya. (ahm/ans/ko)






