Tangis Bahagia Jemaah Bertemu Keluarga

oleh
oleh
PENUH HARU: Jemaah haji asal Kota Palangka Raya disambut keluarga di gedung Palampang Tarung, Jalan Tjilik Riwut Km 5, Senin malam (17/7).

PALANGKA RAYA– Pemerintah Kota Palangka Raya dan para pemangku kepentingan menyambut kedatangan jemaah haji Kota Palangka Raya di Gedung Palampang Tarung, Senin malam (17/7) sekitar pukul 22.30. Sebanyak 229 orang telah tiba di Kota Cantik, kecuali satu orang yang masih dirawat di Rumah Sakit Ansari Saleh, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Dari 229 jemaah Kota Palangka Raya yang tiba di embarkasi Banjarmasin, banyak keluarga jemaah haji yang menjemput mereka langsung di sana. Sehingga setiap keluarga harus membuat pernyataan di atas materai,” ujar Nur Widiantoro, Kepala Kementrian Agama Kota Palangka Raya, pada Senin malam (17/7).

Nur Widiantoro menambahkan bahwa semua barang bawaan jemaah haji Kota Palangka Raya sudah diangkut. Setelah sampai di Kota Palangka Raya, tanggung jawab pemerintah daerah berakhir dan menjadi tanggung jawab keluarga masing-masing. “Pemerintah Kota Palangka Raya hanya mengantarkan hingga Aula Palampang Tarung. Setelah sampai di sana, tugas pemerintah daerah untuk mengantarkan jemaah berakhir,” katanya.

Nur Widiantoro menjelaskan bahwa perjalanan dari embarkasi Banjarmasin ke Kota Palangka Raya dimulai pukul 16.00 WIB dan tiba di Kota Palangka Raya pukul 22.30 WIB. “Alhamdulillah, perjalanan berjalan lancar tanpa kendala, dan tidak ada barang bawaan yang tertinggal dan sebagainya,” katanya.

Widiantoro memberikan pesan kepada calon jemaah haji tahun 2024 untuk mempersiapkan diri dengan baik, termasuk menabung dan menjaga kesehatan. “Kami berharap para jemaah haji tahun depan dapat mempersiapkan kesehatan mereka karena cuaca di Arab Saudi tidak menentu,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pemko Palangka Raya Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Sinergi dan Kebersamaan di Bulan Ramadan

Salah satu pasangan jemaah haji, Asnain dan Nor Dinah, menyatakan bahwa saat melaksanakan ibadah haji pasti ada kendala yang dihadapi. Namun, hal tersebut merupakan hal yang biasa bagi mereka. “Kendala dalam melaksanakan haji itu sudah biasa. Banyak hal yang baik daripada kendalinya,” ujar mereka saat tiba di Gedung Palampang Tarung.

Asnain dan Nor Dinah mengungkapkan bahwa cuaca saat menjalankan ibadah haji sangat panas, sehingga banyak jemaah haji Indonesia mengalami flu dan batuk. Namun, itu tidak mengurangi semangat mereka dalam menjalankan ibadah. “Sebanyak 10% dari jemaah mengalami sakit, tetapi tidak sampai demam,” katanya.

Asnain juga menyebutkan bahwa petugas kesehatan yang mendampingi sangat sigap dan baik. Jika ada jemaah yang sakit, mereka langsung menanganinya dan memberikan obat. “Petugas kesehatan cukup baik. Kami memiliki kelompok masing-masing dan setiap kelompok memiliki posko sendiri,” ungkapnya.

Asnain dan Nor Dinah merasa senang ketika bertemu dengan keluarga mereka kembali. Mereka merasa haru dan tentunya senang. “Kami tetap berkomunikasi selama menjalankan ibadah haji. Kami menelepon anak-anak dan cucu. Jadi komunikasi tidak terputus begitu saja. Tentunya itu juga untuk melepas rindu,” jelas mereka. (ko)