PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, saat ini tengah memprioritaskan penataan saluran drainase demi mengoptimalkan fungsinya. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang membuka lapak di atas saluran air.
Langkah tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk kalangan legislatif. Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan tersebut dan meminta para PKL segera menertibkan diri.
“PKL harus sadar akan pentingnya fungsi drainase. Jangan menunggu sampai ditindak pemerintah kota. Kalau sudah tahu berdagang di atas saluran, sebaiknya segera pindah,” tegas Khemal, belum lama ini.
Ia mengimbau para pedagang yang masih berjualan di atas saluran air untuk segera mencari lokasi yang lebih layak dan tidak mengganggu infrastruktur kota.
Menurutnya, menjaga fungsi drainase bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga memerlukan kesadaran dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk para pelaku usaha informal.
“Kalau infrastruktur kita bisa dijaga bersama, anggaran pembangunan tidak perlu lagi difokuskan untuk perbaikan di tempat yang sama, tapi bisa dialihkan ke wilayah lain yang lebih membutuhkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Khemal menekankan bahwa keberlangsungan infrastruktur akan berdampak langsung pada pemerataan pembangunan di Kota Palangka Raya.
“Kalau infrastruktur tetap terjaga, maka alokasi anggaran tidak hanya berputar di wilayah itu-itu saja, tapi juga bisa menjangkau daerah lain di seluruh penjuru kota,” tutupnya. (ham/ko)







