Mentan RI : Food Estate Jagung di Gumas itu Masalah Kecil, Sepele

oleh
oleh
Mentan RI Andi Amran Sulaiman (kiri) bersama Wamenhan Herindra saat diwawancara wartawan di kawasan food estate di Gumas, Senin (11/12).

Kaltengonline.com – Kalimantan Tengah (Kalteng) merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang menjalankan program lumbung pangan atau food estate. Ada tiga kabupaten yang menjadi lokasi proyek tersebut, yakni Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau (Pulpis), dan Gunung Mas (Gumas). Banyak kritikan tajam terkait megaproyek nasional untuk ketahanan pangan tersebut.

Menyikapi beragam kritik terkait food estate di Gumas, Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman menceritakan, sesaat usai dirinya dilantik menjadi Mentan RI, ia ingin agar lahan food estate di Gumas langsung ditanami komoditas jagung. Tidak perlu buang waktu untuk berdiskusi lebih lama.

“Ternyata sekarang berhasil, sekarang umur jagungnya satu bulan lebih atau 40 hari, tingginya kurang lebih 2,5 meter,” tutur Mentan RI Andi Amran Sulaiman saat melihat pameran pangan di halaman Kantor Gubernur Kalteng, Senin (11/12).

Baca Juga:  Warga Laporkan Balap Liar di Kumpai Batu Atas, Polisi Gerak Cepat Bubarkan Kerumunan Remaja

Ia menyebut, proyek food estate jagung di Gumas itu akan terus lanjutkan pihaknya. Ia mengklaim tanaman jagung di bekas lahan singkong itu tumbuh subur. Ia menegaskan bahwa masalah yang terjadi di food estate Gumas tak perlu diributkan.

“Food estate jagung di Gumas itu masalah kecil, sepele, luasnya cuman 600 ha, sementara yang kami rawat se-Indonesia ada 7,3 juta ha, food estate di Gunung Mas itu hanya 0,008 persen dan itu masalah kecil, jangan dibesar-besarkan,” tuturnya.