Reses di Fajar Harapan, Faridawaty Serap Usulan Jalan dan PJU

oleh
oleh

GUNUNG MAS, kaltengonline.com – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Faridawaty Darlan Atjeh, kembali menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses perseorangan yang digelar di Desa Fajar Harapan, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah.

Sejumlah usulan prioritas disampaikan warga, didominasi persoalan infrastruktur dasar, penerangan jalan, hingga kebutuhan keagamaan dan air bersih.

Bapak Manik mengusulkan pembangunan penerangan jalan umum (PJU) di jalan utama desa sepanjang kurang lebih 7 kilometer. Ia juga mendorong adanya bantuan bibit ternak untuk mendukung sektor peternakan masyarakat desa.

Perwakilan warga lainnya menyoroti kondisi infrastruktur jalan desa yang hingga kini belum terealisasi, meski telah disepakati di tingkat desa dan kecamatan. Hal tersebut disebabkan oleh kebijakan efisiensi anggaran di tingkat kabupaten.

Warga juga mendesak pemerintah daerah, khususnya bupati, agar mendorong perusahaan untuk menyalurkan tanggung jawab sosial (CSR) guna membantu perbaikan jalan desa. Pasalnya, saat musim hujan jalan menjadi becek dan banjir, sementara di musim kemarau masyarakat justru mengalami kesulitan air bersih.

Selain itu, warga mengusulkan rehabilitasi Mushola Nurul Huda yang berada di Jalur 2. Saat ini, kapasitas bangunan dinilai tidak memadai, terutama saat pelaksanaan salat tarawih yang kerap menyebabkan jamaah berdesakan.

Baca Juga:  Reses DPRD Kalteng di Hiang Bana, Faridawaty Serap Aspirasi Warga

Usulan lainnya mencakup peningkatan jalan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) sepanjang kurang lebih 700 meter yang kerap becek saat hujan.

Ketua RT 07 Jalan Raya Fajar Harapan turut mengusulkan pembangunan Masjid Miftahul Jannah berukuran 15 x 10 meter, yang selama ini masih dibangun secara swadaya oleh masyarakat.

Sementara itu, Ibu Rahma mengusulkan pengadaan pengeras suara (TOA) atau speaker wireless untuk mendukung kegiatan ibadah di masjid.

Dari wilayah Sumber Raya, warga juga mengusulkan pembangunan drainase atau parit sepanjang kurang lebih 500 meter guna mengatasi banjir yang kerap menggenangi permukiman.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Faridawaty menegaskan akan memperjuangkan seluruh usulan masyarakat agar dapat masuk dalam program pembangunan daerah, meskipun di tengah keterbatasan anggaran. “Semua aspirasi ini menjadi catatan penting dan akan kita dorong sesuai prioritas kebutuhan masyarakat,” ujarnya.(ko)