DPRD Kalteng Desak Distribusi dan Pengawasan Diperketat Pemda
PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Hampir semua SPBU area Palangka Raya mengalami antrean Bahan Bakar Minyak (BBM. Kondisi kelangkaan BBM yang terjadi di sejumlah SPBU di Kalimantan Tengah dalam beberapa waktu terakhir, mendapat sorotan dari DPRD Kalteng, karena dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi memicu dampak ekonomi yang lebih luas.
Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Siti Nafsiah mengatakan, meskipun secara nasional Pertamina menginformasikan stok BBM dalam kondisi aman, namun fakta di lapangan menunjukkan distribusi yang belum berjalan optimal sehingga masyarakat tetap mengalami kesulitan memperoleh BBM.
“Menurut kami, meskipun secara nasional diinformasikan stok BBM cukup, namun distribusi yang tidak merata menjadi penyebab utama kelangkaan di masyarakat,” ujarnya saat dimintai tanggapan, Rabu (6/5).
Dia menilai, ada sejumlah faktor yang menyebabkan antrean BBM terus terjadi di berbagai daerah. Diantaranya hambatan logistik, keterlambatan penyaluran, hingga dugaan adanya penimbunan oleh oknum tertentu yang memperparah kondisi di lapangan. Persoalan tersebut, tidak bisa dianggap sepele karena berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
“Hal ini tentu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada kendaraan bermotor untuk bekerja. Kondisi ini juga berpotensi memicu kenaikan harga barang dan jasa akibat biaya transportasi yang meningkat,” tegasnya.
Siti Nafsiah menambahkan, DPRD Kalteng mendorong adanya langkah cepat dari pihak terkait, termasuk Pertamina dan pemerintah daerah, agar persoalan distribusi BBM dapat segera dibenahi. Ia menyebut, pengawasan terhadap penyaluran BBM harus diperketat, untuk mencegah adanya praktik penyimpangan di lapangan.
“Perbaikan sistem distribusi menjadi hal penting yang harus dilakukan agar penyaluran BBM lebih efisien, transparan dan tepat sasaran. Selain itu, koordinasi antara pemerintah daerah, aparat pengawas serta Pertamina perlu diperkuat, agar masyarakat tidak terus dirugikan akibat kelangkaan BBM yang berulang,” tegasnya. (afa/ko)







