PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah (Kalteng) terus diperjuangkan oleh jajaran DPRD setempat. Melalui kunjungan kerja ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pimpinan DPRD Kalteng membawa sederet aspirasi masyarakat terkait tantangan dunia pendidikan di daerah.
Berbagai isu krusial yang disuarakan meliputi pemerataan akses belajar, kualitas tenaga pendidik, hingga peluang sinergi program antara pemerintah pusat dan provinsi. Wakil Ketua I DPRD Kalteng, Riska Agustin, menegaskan kunjungan ini bukan sekadar agenda koordinasi rutin. Langkah ini dinilai, sebagai peluang strategis untuk memastikan kebutuhan pendidikan di daerah mendapat perhatian serius dari pusat, khususnya untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.
Menurut Riska, masih banyak persoalan pendidikan di Kalteng yang membutuhkan dukungan dan intervensi lintas pemerintahan agar dapat dituntaskan secara bertahap serta berkelanjutan.
”Kunjungan kerja ke Kemendikdasmen ini, menjadi wadah penting bagi kami untuk menyampaikan aspirasi masyarakat terkait sistem pendidikan. Mulai dari tuntutan kurikulum yang adaptif, tantangan guru di pedalaman, hingga pemerataan akses. Semua ini kami sampaikan demi menghadirkan pendidikan yang berkualitas sekaligus berkeadilan,” ujar Riska, Kamis (23/7).
Ia memaparkan, tantangan pendidikan di Kalteng memiliki karakteristik unik dibandingkan daerah lain. Dengan luas wilayah yang mencapai satu setengah kali Pulau Jawa, Kalteng masih memiliki banyak daerah pelosok yang sulit dijangkau. Kondisi geografis ini, berdampak langsung pada distribusi guru, ketersediaan sarana dan prasarana, hingga pelaksanaan program peningkatan mutu sekolah.
Oleh sebab itu, Riska menilai, kebijakan nasional harus disesuaikan dengan kebutuhan riil di daerah agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas. Kolaborasi antara kementerian dan pemerintah provinsi wajib diperkuat, agar seluruh program pendidikan dapat saling mendukung dan tidak berjalan tumpang tindih.
”Khusus untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB, kami berkonsultasi mengenai program-program dari kementerian yang ke depan dapat dikerjasamakan dengan pemerintah provinsi. Sinergi ini penting agar cakupan manfaatnya semakin luas dan tepat sasaran,” tambahnya.
Di samping membahas penguatan sinergi, DPRD Kalteng juga mengingatkan, agar kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat tidak sampai mengorbankan keberlangsungan program pendidikan di daerah. Bagi Riska, investasi di sektor pendidikan merupakan fondasi mutlak untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.
”Tidak dapat dimungkiri, kita sedang berada di tengah kondisi efisiensi anggaran. Namun, kami sangat berharap program-program strategis kementerian tetap bisa tersalurkan. Lewat kolaborasi yang solid, kami optimistis mutu pelayanan pendidikan di Kalteng akan terus meningkat dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya. (zia/ko)







