Wali Kota Palangka Raya Tinjau Lokasi Karhutla, Pemko Siapkan Langkah Antisipasi dan Anggaran Penanganan

oleh
oleh
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin bersama Kapolda Kalteng meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di kawasan Kameloh Baru, Kecamatan Sebangau, Selasa (28/7).
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin bersama Kapolda Kalteng meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di kawasan Kameloh Baru, Kecamatan Sebangau, Selasa (28/7).

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kameloh Baru, Kecamatan Sebangau, Selasa (28/7). Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan sekaligus memastikan langkah penanganan kebakaran berjalan optimal.

Fairid memantau sejumlah titik api yang menjadi penyebab munculnya kabut asap di wilayah Kota Palangka Raya. Menurutnya, pemerintah harus mengetahui secara pasti kondisi di lapangan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

“Kami turun langsung untuk melihat titik-titik kebakaran yang terjadi. Dengan begitu pemerintah bisa menentukan langkah yang tepat dalam mengantisipasi kebakaran lahan yang semakin meluas dan menimbulkan kabut asap yang mulai mengganggu kesehatan masyarakat,” ujar Fairid.

Terkait kesiapan anggaran penanganan karhutla, Fairid menjelaskan bahwa saat ini pembiayaan masih menggunakan anggaran pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya. Sementara itu, anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) akan digunakan apabila status penanganan mengalami peningkatan.

“Kalau BTT itu harus ada peningkatan status terlebih dahulu. Saat ini penanganan masih menggunakan anggaran DPA BPBD dan masih bisa berjalan. Namun apabila kondisi terus berlanjut, kami sudah mempersiapkan anggaran melalui BTT,” jelasnya.

Fairid juga menilai operasi pemadaman melalui water bombing mulai menunjukkan hasil yang cukup efektif dalam mengurangi kepulan asap yang mengarah ke wilayah perkotaan. Ia mengaku sempat melakukan pemantauan udara bersama Kapolda Kalimantan Tengah untuk melihat perkembangan kondisi di lapangan.

“Tadi pagi saya bersama Pak Kapolda terbang memantau dari udara. Pagi hari asap masih menyatu, tetapi menjelang siang mulai terlihat terpisah. Itu salah satu efek dari water bombing. Menurut saya cukup efektif untuk mengurangi kabut asap, terutama yang masuk ke Kota Palangka Raya,” ungkapnya.

Selain mengoptimalkan pemadaman dari udara, Pemerintah Kota Palangka Raya juga memperkuat penanganan di darat dengan mendirikan sejumlah posko siaga di titik-titik rawan kebakaran. Tim gabungan disebar ke berbagai lokasi untuk mempercepat upaya pencegahan, pemadaman, serta koordinasi lintas instansi guna menekan meluasnya kebakaran selama musim kemarau. (afa/ans/ko)