Usut Pembobolan ATM BSI Rp850 Juta di Pangkalan Lada, Polisi Bentuk Tim Khusus

oleh
oleh

Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Aksi pembobolan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Syariah Indonesia (BSI) di kawasan KUD Karya Tani, Desa Pandu Senjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat, menggemparkan warga. Dalam peristiwa yang terjadi dini hari itu, uang tunai diperkirakan mencapai Rp850 juta raib digondol pelaku.

Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Theodorus Priyo Santoso melalui Kapolsek Pangkalan Lada AKP Suharto menyatakan, kepolisian telah menerjunkan tim khusus untuk mengusut kasus tersebut. Sejumlah langkah cepat dilakukan, mulai dari pemeriksaan saksi hingga pengumpulan bukti di lokasi kejadian. “Tim sudah kami turunkan. Saat ini penyelidikan masih terus berjalan,” ujar AKP Suharto, Rabu (4/2)..

Peristiwa itu diketahui pada pagi hari ketika karyawan KUD mendapati mesin ATM dalam kondisi rusak parah. Bagian bodi mesin terlihat hangus dan brankas dalam keadaan terbuka. Temuan tersebut langsung dilaporkan ke kepala desa, pihak Bank BSI, dan diteruskan ke aparat kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga:  Fotografer Palangka Raya Jajal Kamera Vivo V70

Dari hasil pengamatan awal, polisi menduga pelaku membobol ATM menggunakan alat las. Metode ini mengindikasikan aksi tersebut tidak dilakukan seorang diri, melainkan melibatkan lebih dari satu orang dengan perencanaan yang matang. Rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi pun telah diamankan dan tengah dianalisis.

Kondisi lingkungan diduga turut memberi peluang bagi pelaku. Saat kejadian, kawasan KUD Karya Tani dilaporkan sepi aktivitas akibat hujan yang mengguyur sepanjang malam. Minimnya penerangan membuat situasi semakin sunyi. Seorang warga setempat menyebut lokasi itu biasanya ramai, namun malam kejadian nyaris tak ada orang berlalu-lalang.

Kini, area ATM telah dipasangi garis polisi. Aparat masih mendalami kemungkinan jejak pelaku serta alur pelarian mereka. Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan kerap terjadi saat kelengahan bertemu dengan kesempatan, bahkan di lokasi yang selama ini dianggap aman.(bob)