PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Upaya transformasi layanan kesehatan di Kota Palangka Raya terus digenjot. Pada 2026, Puskesmas Kayon dipastikan akan direhabilitasi dan ditingkatkan menjadi fasilitas layanan 24 jam lengkap dengan rawat inap.
Langkah ini tidak hanya difokuskan pada penambahan fasilitas fisik. Tetapi juga pada integrasi layanan dengan jaringan rumah sakit di Kota Palangka Raya guna mempercepat sistem rujukan dan memangkas hambatan birokrasi.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin mengatakan, peningkatan kapasitas Puskesmas Kayon merupakan bagian dari transformasi layanan kesehatan berbasis kebutuhan masyarakat.
“Pada tahun ini juga Puskesmas Kayon segera dibangun seperti halnya Puskesmas Menteng, sehingga pelayanan kesehatan bisa lebih maksimal,” ujarnya, Senin (2/3).
Menurut Fairid, selama ini beban pasien yang tinggi membuat Puskesmas Kayon bekerja melebihi kapasitas ideal. Karena itu, rehabilitasi dan peningkatan fasilitas menjadi solusi strategis agar pelayanan lebih optimal dan merata.
“Tentu Pemko Palangka Raya akan menjadikan Puskesmas Kayon mampu melayani kesehatan masyarakat 24 jam. Jadi bisa rawat inap juga,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, konsep pengembangan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan sistem layanan rumah sakit di sekitarnya. Integrasi ini diharapkan mempercepat proses rujukan pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan.
“Melalui pembangunan ini diharapkan dapat memangkas hambatan birokrasi bagi pasien yang membutuhkan rujukan, atau penanganan lanjutan. Sekaligus mewujudkan ekosistem layanan kesehatan yang smart governance,” beber orang nomor satu di Kota Cantik ini.
Dengan skema integrasi tersebut, Pemko Palangka Raya menargetkan terciptanya sistem pelayanan kesehatan yang lebih responsif, cepat, dan terkoordinasi, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses layanan medis yang lebih luas dan berkelanjutan. (ham/ans/ko)







