Pasar Datah Manuah Disiapkan Jadi Inkubator Bisnis UMKM di Palangka Raya

oleh
oleh
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini (pojok kanan) menghadiri pembukaan pasar Ramadan di Pasar Datah Manuah, beberapa waktu silam.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini (pojok kanan) menghadiri pembukaan pasar Ramadan di Pasar Datah Manuah, beberapa waktu silam.

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya mendorong transformasi Pasar Datah Manuah tidak hanya sebagai pusat perdagangan, tetapi juga sebagai inkubator bisnis yang mampu melahirkan pelaku usaha baru, khususnya dari sektor ekonomi kreatif.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin melalui Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini menyampaikan pengembangan pasar tersebut diarahkan untuk membuka peluang bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif agar dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.

Menurut Zaini, konsep yang tengah disiapkan tidak hanya menghadirkan ruang untuk berjualan, tetapi juga menjadi tempat lahirnya ide usaha baru melalui kolaborasi dan kreativitas anak muda. “Harapannya, Pasar Datah Manuah ini bukan sekadar tempat jual beli, tetapi bisa menjadi inkubator bagi lahirnya pelaku usaha baru, khususnya dari kalangan anak muda dan pelaku ekonomi kreatif,” ujarnya, Rabu (25/3).

Baca Juga:  Puskesmas Palangka Raya Siaga Saat Libur Lebaran, Layanan Kesehatan Tetap Optimal

Ia menjelaskan, nantinya akan disiapkan ruang khusus yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas produktif. Mulai dari diskusi bisnis, pengembangan ide, hingga pemasaran produk kreatif.

Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas produk dan memperluas jaringan usaha.

“Di sana mereka tidak hanya berjualan, tetapi juga bisa belajar, berkolaborasi, dan mengembangkan usaha. Ini yang kita harapkan bisa mendorong pertumbuhan UMKM di Kota Palangka Raya,” tambahnya.

Selain itu, Pemko Palangka Raya juga berencana menghadirkan pendampingan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti komunitas kreatif, pelaku startup, hingga motivator bisnis guna memperkuat kapasitas para pelaku usaha. (ham/ans/ko)