PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Fenomena ketenagakerjaan di Kota Palangka Raya menunjukkan kondisi yang cukup unik dibandingkan daerah lain di Kalimantan. Di saat banyak daerah menghadapi tingginya jumlah pelamar kerja dengan lapangan pekerjaan yang terbatas, kondisi sebaliknya justru terjadi di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, mengungkapkan, ketersediaan lapangan pekerjaan di daerahnya relatif lebih banyak, namun jumlah pelamar justru masih tergolong rendah. “Kalau kita bandingkan dengan kabupaten atau kota lain di Kalimantan, biasanya lapangan pekerjaan sedikit tapi pelamar sangat banyak. Nah, di Palangka Raya ini justru terbalik, lapangan pekerjaan tersedia cukup banyak, tetapi pelamarnya yang masih sedikit,” ujarnya, Senin (6/4).
Meski demikian, Fairid menilai kondisi ini bukan berarti kualitas sumber daya manusia (SDM) di Palangka Raya tidak mumpuni. Ia justru menegaskan bahwa kemampuan masyarakat dalam bersaing di dunia kerja cukup baik dan cakap.
“Secara kemampuan, masyarakat kita ini mampu bersaing. Artinya bukan karena tidak kompeten, tetapi ada faktor lain yang memengaruhi,” jelasnya.
Ia juga menyoroti fenomena meningkatnya angka pengangguran terbuka, meskipun di sisi lain angka kemiskinan di Palangka Raya justru mengalami penurunan. Kondisi ini menunjukkan adanya dinamika tersendiri dalam pasar tenaga kerja di daerah tersebut.
Menurut orang nomor satu di Kota Cantik ini, salah satu penyebabnya adalah pola pikir sebagian masyarakat yang masih berorientasi pada pekerjaan tertentu, khususnya sebagai aparatur sipil negara (ASN). Hal ini membuat sebagian tenaga kerja memilih meninggalkan pekerjaan yang sudah didapat demi mencoba peluang menjadi PNS.
“Ada contoh, seseorang sudah diterima bekerja di perusahaan, misalnya di perkebunan kelapa sawit. Tapi ketika ada pembukaan CPNS, dia ikut mendaftar. Saat tidak lolos, akhirnya justru jadi menganggur,” ungkapnya.
Fairid menilai, fenomena tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam menyeimbangkan antara ketersediaan lapangan kerja dan minat tenaga kerja. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengubah pola pikir masyarakat agar lebih terbuka terhadap berbagai peluang kerja yang ada.
Ia berharap, ke depan masyarakat tidak hanya terpaku pada satu jenis pekerjaan, tetapi mampu memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia sehingga angka pengangguran dapat ditekan, seiring dengan terus meningkatnya kesejahteraan masyarakat di Kota Palangka Raya. (ham/ans/ko)

