Gubernur: Permudah Petani di Tengah Keterbatasan Anggaran
PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan komitmennya untuk mempermudah akses masyarakat terhadap alat dan mesin pertanian (alsintan), termasuk pompa atau alat sedot air, di tengah kondisi fiskal daerah yang tengah mengalami penurunan signifikan. Hal itu disampaikan saat kegiatan pertemuan media, Jumat (17/4).
Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran, menegaskan, yang menjadi perhatian adalah kemudahan akses bagi masyarakat luas, terutama petani kecil yang membutuhkan dukungan alat secara cepat.
“Yang dimaksud ini masyarakat luas, bukan yang sudah terfasilitasi sebelumnya. Bagaimana caranya agar bisa difasilitasi dan dipermudah,” tegasnya.
Menurut Gubernur, mekanisme sewa memang sudah dipahami masyarakat. Namun, pemerintah tetap perlu hadir untuk memfasilitasi dan memastikan akses tersebut tidak menyulitkan petani.
“Kalau berbayar tentu sudah menjadi mekanisme umum. Tapi yang perlu kita pikirkan adalah bagaimana langkah pemerintah mempermudah prosesnya. Tolong difasilitasi,” ujarnya.
Ia mengakui, sebelumnya pemerintah provinsi sempat mengalokasikan hibah alsintan. Namun, kondisi keuangan daerah saat ini berbeda dibanding beberapa tahun lalu.
“Sekarang kondisi fiskal kita sangat terbatas. Dulu saat visi-misi disusun, kemampuan anggaran kita besar. Belanja operasional juga besar. Sekarang ruang fiskal yang tersedia jauh lebih kecil,” ungkapnya.
Dengan keterbatasan tersebut, Gubernur meminta agar perangkat daerah lebih kreatif dalam mengelola dan mendistribusikan alsintan yang ada, termasuk mendorong pengelolaan berbasis swakelola agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga produktivitas pertanian daerah sekaligus memastikan petani mendapatkan akses yang adil terhadap sarana produksi, terutama di tengah tantangan fiskal dan dinamika kebutuhan pangan yang terus meningkat. (ovi/ans/ko)







