PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pemprov Kalteng menegaskan komitmennya mempercepat penurunan stunting hingga mencapai target 18,8 persen pada 2026. Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) serta Percepatan Penurunan Stunting dan Penilaian Kinerja Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Aula Jayang Tingang Lantai II, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (29/4).
Rakorda tersebut menjadi momentum strategis konsolidasi lintas sektor sekaligus forum evaluasi berbasis data terhadap kinerja 2025 dan perumusan langkah konkret 2026–2027.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, dalam laporannya menyampaikan bahwa prevalensi stunting Kalteng pada 2023 tercatat sebesar 23,5 persen dan turun menjadi 22,1 persen pada 2024.
“Penurunan 1,4 persen ini patut kita syukuri. Namun dengan target 2026 sebesar 18,8 persen, kita tidak boleh berpuas diri,” ujarnya.
Ia menegaskan, percepatan penurunan stunting dilakukan melalui penguatan monitoring dan evaluasi terhadap 31 indikator layanan Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS), evaluasi realisasi anggaran stunting semester I dan II tahun 2025, serta identifikasi kendala sebagai dasar penyusunan kebijakan perbaikan 2026 dan perencanaan prioritas 2027.
Linae juga melaporkan bahwa sebagian besar Indikator Kinerja Utama (IKU) Program Bangga Kencana tahun 2025 telah mencapai kategori minimal “baik”. Indikator tersebut meliputi Angka Kelahiran Total (TFR), Angka Kelahiran Remaja (ASFR 15–19 tahun), Indeks Pembangunan Keluarga (Ibangga), Indeks Pembangunan Berwawasan Kependudukan (IPBK), Indeks Kepedulian terhadap Isu Kependudukan (IKIK), proporsi kebutuhan KB terpenuhi (demand satisfied), hingga indeks partisipasi masyarakat.
Namun, satu indikator yang masih menjadi perhatian adalah persentase kehamilan tidak diinginkan (unwanted pregnancy).
“Penurunan kehamilan tidak diinginkan sangat berkaitan dengan upaya pencegahan stunting. Ini perlu perhatian serius seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.
Sementara progres implementasi GENTING 2026 hingga awal tahun masih 26 persen dari target 6.880 keluarga risiko stunting, sehingga memerlukan percepatan lintas sektor.
Untuk Program Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (MBG 3B), berdasarkan verifikasi lapangan per 20 April 2026, sebanyak 11.142 penerima telah terlayani dari total sasaran 60.118 orang di seluruh kabupaten/kota.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Ketua TP PKK Kalteng Aisyah Thisia Agustiar Sabran, menyampaikan bahwa Rakorda ini merupakan momentum memperkuat sinergi mendukung program prioritas nasional sekaligus mewujudkan visi “Kalteng Berkah, Kalteng Maju” menuju Indonesia Emas 2045.
“Tahun 2026 merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMD dan Renstra 2025–2029 yang menempatkan sumber daya manusia sebagai modal utama pertumbuhan ekonomi daerah. Pembangunan keluarga adalah fondasi peningkatan kualitas generasi,” ujar Aisyah.
Ia memaparkan, prevalensi stunting Kalteng turun dari 27,4 persen pada 2021 menjadi 22,1 persen pada 2024. Targetnya, angka tersebut ditekan menjadi 20,6 persen pada 2025 dan 18,8 persen pada 2026.
Menurutnya, stunting bukan semata isu kesehatan, melainkan menyangkut kualitas hidup, produktivitas, dan daya saing daerah, terutama dalam menghadapi bonus demografi sekaligus tantangan masyarakat menua (aging population).
“Target penurunan stunting adalah tanggung jawab bersama. Dengan kerja nyata dan kolaborasi hingga tingkat desa dan keluarga, saya yakin generasi Kalimantan Tengah yang sehat, cerdas, dan berkualitas dapat kita wujudkan,” tandasnya. (ovi/ala/ko)







