Wali Kota Pantau SPBU, Antrean BBM di Palangka Raya Mulai Terurai

oleh
oleh
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin berbincang dengan pengendara ketika pengisian bensin, di SPBU Jalan G Obos, Sabtu malam (9/5)
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin berbincang dengan pengendara ketika pengisian bensin, di SPBU Jalan G Obos, Sabtu malam (9/5)

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Setelah beberapa hari diwarnai antrean panjang BBM, kondisi di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya mulai membaik. Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin memastikan distribusi BBM tambahan dari Pertamina mulai berjalan dan pelayanan kepada masyarakat semakin lancar.

Ia juga berkesempatan untuk meninjau langsung kondisi antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya, Sabtu malam (9/5).

Peninjauan dilakukan di SPBU Jalan G.Obos dan Jalan Yos Sudarso untuk memastikan distribusi BBM mulai kembali normal setelah beberapa hari terakhir terjadi antrean panjang.

Dari hasil pemantauan di lapangan, Fairid menyebut kondisi di sejumlah SPBU sudah mulai berangsur lancar. Menurutnya, langkah-langkah yang disepakati dalam rapat koordinasi bersama Pertamina, Forkopimda, dan pengelola SPBU pada Jumat malam sebelumnya mulai menunjukkan hasil positif.

“Alhamdulillah, beberapa SPBU yang kami tinjau antreannya sudah jauh lebih tertib dan distribusi mulai berjalan normal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu langkah utama yang dilakukan yakni penambahan pasokan BBM ke Kota Palangka Raya. Pertamina disebut telah menyanggupi rekomendasi pemerintah daerah untuk meningkatkan distribusi BBM, khususnya Pertamax, menjadi 205 kiloliter (KL) per hari.

Selain itu, pembelian BBM jenis apapun dipastikan tidak dibatasi. Sementara untuk Pertalite roda dua juga tidak diberlakukan penggunaan barcode agar masyarakat lebih mudah memperoleh BBM.

“Komitmennya pasokan BBM ke Palangka Raya akan diperbanyak. Pertamax sekarang di angka 205 KL per hari dan kami minta itu dipertahankan,” katanya.

Fairid juga mengaku mulai melihat pengecer BBM kembali berjualan di sejumlah titik. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pasokan BBM di Kota Palangka Raya mulai membaik.

“Kalau pengecer sudah mulai berjualan lagi, artinya distribusi dan pasokan memang mulai kembali normal,” jelasnya.

Orang nomor satu di Ibu Kota Provinsi Kalteng ini menegaskan kepada pihak Pertamina agar pasokan BBM untuk Kota Palangka Raya tidak kembali mengalami penurunan. Ia meminta distribusi tetap berada di angka 205 KL per hari agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

“Saya tegaskan jangan sampai pasokan turun lagi, misalnya menjadi 170 atau 150 KL per hari. Harus tetap di angka 205 KL,” tegasnya.

Ia mengatakan, pihak Pertamina area Kalimantan Barat telah berkoordinasi dengan Pertamina pusat terkait penambahan pasokan BBM untuk Palangka Raya.

Ia berharap tambahan distribusi tersebut mampu menjaga stabilitas pasokan dan mengurai antrean di SPBU.

“Jangan sampai karena kebutuhan BBM di Palangka Raya meningkat, pasokan di daerah lain justru dikurangi. Semua harus tetap terjaga,” pungkas Fairid. (ham/ans/ko)