MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten Barito Utara menggelar Rapat Penilaian Kinerja Percepatan Penurunan Stunting di Aula Rumah Jabatan Bupati belum lama ini. Pertemuan tersebut bertujuan mengevaluasi sekaligus memperkuat strategi penanganan stunting di wilayah setempat.
Bupati Barito Utara H Shalahuddin ST MT memaparkan lima fokus utama yang akan dijalankan secara simultan. Kelima prioritas tersebut meliputi perbaikan sanitasi lingkungan, penguatan ketahanan pangan keluarga, peningkatan akses dan mutu layanan kesehatan, edukasi gizi masyarakat, serta intervensi spesifi k bagi kelompok rentan.
Perbaikan sanitasi lingkungan menjadi langkah pertama yang ditekankan. Pemerintah daerah memastikan akses air bersih dan fasilitas sanitasi layak bagi masyarakat. Langkah ini penting untuk mencegah infeksi berulang pada anak yang dapat memperburuk status gizi.
Fokus kedua adalah penguatan ketahanan pangan keluarga. Pemerintah berupaya meningkatkan ketersediaan pangan bergizi di tingkat rumah tangga. Dengan demikian, kebutuhan nutrisi anak dapat terpenuhi secara konsisten.
Selanjutnya, peningkatan akses dan mutu layanan kesehatan dilakukan untuk mempermudah masyarakat menjangkau fasilitas kesehatan.
Pelayanan di puskesmas maupun rumah sakit juga akan ditingkatkan kualitasnya secara menyeluruh.
Edukasi gizi masyarakat menjadi fokus keempat. Pemerintah memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai pola makan sehat dan pola asuh yang benar. Upaya ini dilakukan untuk mencegah stunting sejak dini.
Fokus kelima adalah intervensi spesifik bagi kelompok rentan. Perhatian khusus diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak bawah dua tahun atau baduta.
Program pemberian makanan tambahan serta vitamin akan digencarkan.
Selain kelima fokus utama, Bupati Shalahuddin juga menekankan satu kegiatan penting, yaitu optimalisasi Posyandu. Masyarakat didorong untuk rutin memanfaatkan layanan kesehatan di Posyandu sebagai instrumen deteksi dini dan pemantauan tumbuh kembang anak.
Seluruh program ini dirancang untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. Intervensi diharapkan berjalan komprehensif mulai dari tingkat kabupaten hingga ke desadesa di Barito Utara.
“Kita optimis, dengan kerja kolaboratif yang tepat sasaran, anakanak di Barito Utara akan tumbuh menjadi generasi emas yang sehat dan cerdas,” tutupnya. (ren/nue/ko)







