Pasokan Cabai Terganggu, Harga Cabai di Palangka Raya Ikut Naik

oleh
oleh
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini bersama Tim TPID Kota Palangka Raya mengikuti rangkaian Rakor Pengendalian Inflasi secara virtual, Senin (18/5).
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini bersama Tim TPID Kota Palangka Raya mengikuti rangkaian Rakor Pengendalian Inflasi secara virtual, Senin (18/5).

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Kenaikan harga cabai, baik rawit merah maupun hijau, mulai dirasakan di Kota Palangka Raya. Kondisi ini turut berdampak pada tekanan inflasi daerah, mengingat Palangka Raya masih berstatus sebagai wilayah konsumen untuk sejumlah komoditas pangan.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin melalui Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menyampaikan komoditas cabai, baik cabai rawit merah maupun cabai rawit hijau, menjadi salah satu penyumbang utama kenaikan harga saat ini.

Ia menjelaskan, sesuai arahan pemerintah pusat, daerah yang berstatus konsumen perlu memperkuat kerja sama antar daerah produsen untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pangan.

“Kondisi inflasi saat ini dipengaruhi oleh kenaikan beberapa komoditas, terutama cabai rawit merah dan cabai rawit hijau, yang juga terjadi di Kota Palangka Raya,” ujarnya, Selasa (19/5)

Zaini menambahkan, Pemko Palangka Raya telah mulai menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Karo sebagai salah satu daerah produsen pangan, khususnya untuk komoditas cabai keriting serta beberapa bahan pangan lainnya.

Baca Juga:  Kalteng Expo 2026 Jadi Wadah Promosi UMKM dan Potensi Daerah

“Tidak hanya cabai, ke depan kita juga rencanakan kerja sama untuk komoditas seperti kentang, kol, wortel, termasuk buah-buahan yang akan didatangkan dari Kabupaten Karo,” jelasnya.

Untuk kebutuhan cabai rawit merah dan hijau, Palangka Raya selama ini masih bergantung pada pasokan dari Kalimantan Selatan. Namun, ia menyebutkan adanya penurunan produksi di daerah tersebut yang turut memengaruhi ketersediaan pasokan.

“Ini mengakibatkan harga cabai di pasaran mengalami kenaikan,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) telah diminta untuk segera memperkuat koordinasi dengan daerah-daerah produsen cabai agar ketersediaan pasokan tetap terjaga.

“Saya sudah minta TPID untuk segera berkoordinasi dengan kabupaten-kabupaten produsen cabai agar suplai ke Palangka Raya tetap tercukupi dan harga bisa kembali stabil,” pungkasnya. (ham/ans/ko)