Bandara Haji Asan Sampit Segera Layani Penerbangan Airbus A320 Super Air Jet

oleh
oleh
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kotim Raihansyah bersama Wakil Bupati Kotim Irawati saat melakukan pertemuan dengan Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, Selasa (19/5).
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kotim Raihansyah bersama Wakil Bupati Kotim Irawati saat melakukan pertemuan dengan Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, Selasa (19/5).

SAMPIT, Kaltengonline.com – Konektivitas udara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bakal semakin terbuka. Mulai 12 Juni 2026 mendatang, maskapai Super Air Jet dipastikan melayani penerbangan rute Jakarta–Sampit menggunakan pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 kursi ekonomi melalui Bandara Haji Asan Sampit.

Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kotim, Raihansyah usai melakukan koordinasi bersama pihak Lion Air Group, AirNav Indonesia dan BMKG terkait kesiapan operasional penerbangan.

“Penerbangan perdana dijadwalkan pada 12 Juni 2026. Kami berharap dan memohon doa masyarakat Kotim agar seluruh proses berjalan lancar tanpa hambatan,” ujarnya, Rabu (20/5).

Sebelumnya, penerbangan perdana dijadwalkan berlangsung pada 7 Mei 2026. Namun jadwal tersebut mengalami penyesuaian menyusul pengaturan slot penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta serta mempertimbangkan kondisi cuaca di wilayah Kalimantan.

Raihansyah menjelaskan, jadwal keberangkatan pesawat dari Jakarta menuju Sampit direncanakan sekitar pukul 11.45 WIB dan tiba di Bandara Haji Asan sekitar pukul 14.30 WIB. Jadwal itu juga telah terintegrasi dengan jaringan penerbangan Lion Group ke berbagai kota di Indonesia.

Menurutnya, seluruh aspek teknis operasional kini hampir rampung. Mulai dari perizinan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, slot penerbangan, kesiapan engineering hingga faktor keselamatan penerbangan telah memenuhi persyaratan.

“Secara teknis sebenarnya sudah clear semua, baik dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, slot penerbangan dari Cengkareng, obstacle bandara hingga engineering. Tinggal final checking supaya saat operasional benar-benar siap 100 persen,” katanya.

Yang menarik, Airbus A320 nantinya tetap dapat mengangkut penumpang dengan kapasitas penuh 180 kursi ekonomi. Hal itu berbeda dari rencana awal yang sempat membatasi jumlah penumpang akibat kondisi landasan pacu Bandara Haji Asan Sampit.

Penyesuaian dilakukan melalui pengurangan kapasitas bagasi gratis penumpang dari 20 kilogram menjadi 10 kilogram. Meski demikian, masyarakat tetap dapat memanfaatkan layanan pengiriman barang melalui Lion Parcel.

Baca Juga:  Rokok Ilegal di Kotim Marak, DPRD Minta Penindakan dan Pengawasan Diperketat

“Kalau jumlah penumpang tidak penuh, otomatis kapasitas bagasi bisa ditambah. Jadi ada penyesuaian antara jumlah penumpang dan kapasitas bagasi,” jelas Raihansyah.

Sementara itu, Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, Super Air Jet akan melayani penerbangan Jakarta–Sampit satu kali setiap hari atau tujuh kali dalam sepekan menggunakan Airbus A320 generasi modern.

“Super Air Jet akan melayani penerbangan perdana Jakarta–Sampit menggunakan Airbus A320 berkapasitas 180 kursi kelas ekonomi,” ungkap Danang.

Ia menyebut, pembukaan rute tersebut bukan hanya menghubungkan Jakarta dan Sampit, tetapi juga membuka konektivitas dari lebih 15 kota lain melalui jaringan transit Lion Group di Jakarta. Kota-kota tersebut di antaranya Medan, Padang, Pekanbaru, Batam, Palembang, Pangkal Pinang, Belitung, Yogyakarta, Solo hingga rute internasional seperti Kuala Lumpur, Penang, Singapura dan Bangkok.

Selain itu, akses dari wilayah Indonesia timur seperti Bali, Lombok, Makassar, Kendari, Palu hingga Ternate menuju Sampit juga akan semakin mudah karena Jakarta menjadi pusat konektivitas penerbangan nasional dan internasional.

Danang optimistis tingkat keterisian penumpang pada rute tersebut akan tinggi. Optimisme itu diperkuat dengan meningkatnya permintaan penerbangan Wings Air di Sampit yang mulai 1 Juni 2026 juga akan ditingkatkan frekuensinya menjadi setiap hari.

“Wings Air yang sebelumnya tiga kali seminggu mulai 1 Juni menjadi tujuh kali seminggu. Kami optimistis potensi Kotim sangat besar, apalagi jika didukung promosi positif melalui media dan masyarakat,” tuturnya.

Menurut Danang, potensi wisata susur sungai, sektor perkebunan hingga produk UMKM lokal dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun pelaku bisnis untuk datang ke Sampit. Kehadiran penerbangan Super Air Jet diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat mobilitas masyarakat Kotim ke berbagai wilayah di Indonesia. (bah/ko)