KUALA PEMBUANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Seruyan dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Palangka Raya menggelar Pelatihan UMKM Digital di Aula BKAD Kabupaten Seruyan, Sabtu (4/7). Sebanyak 150 pelaku UMKM mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kemampuan memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usaha.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah mengatakan digitalisasi kini menjadi kebutuhan bagi pelaku UMKM agar mampu bertahan dan berkembang di tengah pesatnya ekonomi digital.
“Melalui penguatan kapasitas digital, UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperluas jangkauan pemasaran, dan membuka peluang usaha yang lebih besar,” ujarnya.
Kegiatan dibuka oleh Bupati Seruyan yang juga menjabat Ketua ISEI Cabang Palangka Raya. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi digital UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Shopee Indonesia dan Bakul Banua. Peserta mendapatkan materi tentang pemanfaatan marketplace, strategi digital marketing, penguatan branding produk, hingga pengembangan usaha berbasis teknologi.
Antusiasme peserta terlihat selama pelatihan berlangsung. Selain menambah wawasan mengenai pemasaran digital, para pelaku UMKM juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk membangun jejaring dengan narasumber dan mitra usaha.
Bank Indonesia menegaskan akan terus mendorong digitalisasi UMKM melalui berbagai program peningkatan kapasitas. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan mitra strategis, semakin banyak UMKM di Kalimantan Tengah diharapkan mampu memperluas pasar, meningkatkan omzet, serta menjadi usaha yang inovatif dan berdaya saing.(bud)







