Huma Betang Bundaran Besar Palangka Raya Disiapkan Jadi Simbol Budaya Dayak

oleh
oleh
Ketua Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo.
Ketua Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo.

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pembangunan Huma Betang di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya mendapat dukungan DPRD Kota Palangka Raya. Proyek yang ditandai dengan pemancangan tiang pertama itu dinilai bukan sekadar menghadirkan ikon baru, tetapi menjadi upaya memperkuat identitas budaya Dayak di tengah pesatnya pembangunan daerah.

Ketua Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo, mengatakan Huma Betang memiliki makna lebih dari sekadar rumah adat. Bangunan tersebut merupakan simbol kebersamaan, toleransi, gotong royong, dan kesetaraan yang telah lama menjadi filosofi kehidupan masyarakat Dayak.

“Komitmen Gubernur H. Agustiar Sabran patut kita apresiasi. Program ini bukan hanya mempercantik tata kota, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi identitas Kalimantan Tengah,” ujarnya, Kamis (23/7).

Politikus PDI Perjuangan itu menilai keberadaan Huma Betang di pusat Kota Palangka Raya akan menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah harus tetap berjalan beriringan dengan pelestarian budaya.

Menurutnya, kawasan tersebut diharapkan berkembang menjadi ruang budaya yang aktif, tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga pusat edukasi dan aktivitas seni yang memperkenalkan filosofi kehidupan masyarakat Dayak kepada generasi muda maupun wisatawan.

“Sesuai yang disampaikan gubernur, Huma Betang ini nantinya menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami nilai-nilai budaya dan filosofi kehidupan masyarakat Dayak. Itu yang paling penting,” katanya.

Sigit juga optimistis Huma Betang di Bundaran Besar akan memperkuat citra Palangka Raya sebagai kota yang menjunjung tinggi budaya lokal sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Pembangunan ini memiliki nilai jangka panjang. Selain menjadi ikon daerah, Huma Betang juga bisa menjadi destinasi wisata budaya yang menarik dan memberi ruang bagi pelaku seni serta budaya lokal untuk terus berkarya,” ungkapnya.

Saat ini proyek Huma Betang telah memasuki tahap awal melalui pekerjaan pemancangan tiang pancang. Pembangunan yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah itu diharapkan menjadi simbol kebersamaan sekaligus warisan budaya yang terus terjaga.

“Ini bukan hanya soal membangun sebuah bangunan. Yang kita bangun adalah simbol kebersamaan, identitas daerah, dan warisan budaya yang harus terus dijaga. Karena itu saya berharap masyarakat ikut mendukung agar pembangunan Huma Betang ini dapat berjalan dengan baik dan benar-benar memberi manfaat bagi Kalimantan Tengah,” pungkasnya. (zia/ko)