PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Upaya menekan kasus tuberkulosis (TBC) di Kota Palangka Raya tidak cukup hanya mengandalkan pengobatan. Deteksi dini, kepatuhan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas, serta edukasi kepada masyarakat perlu diperkuat secara bersamaan agar rantai penularan penyakit tersebut dapat diputus.
Wakil Ketua II DPRD Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung, mendorong pemerintah daerah memperkuat langkah pengendalian TBC, terutama melalui pemeriksaan sejak dini dan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai penyakit menular tersebut.
Menurutnya, TBC masih menjadi persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian serius. Penanganan yang terlambat bukan hanya berisiko memperburuk kondisi pasien, tetapi juga meningkatkan potensi penularan kepada orangorang di lingkungan sekitarnya.
“Pemerintah perlu terus memperkuat upaya pengentasan TBC melalui pemeriksaan dini, pengobatan hingga sembuh, serta edukasi kepada masyarakat agar penularannya dapat dicegah,” ujar Nenie, Rabu (29/7).
Ia menilai pengendalian TBC membutuhkan sistem penanganan yang berjalan dari hulu hingga hilir. Kasus harus ditemukan sedini mungkin, kemudian pasien mendapatkan pengobatan sesuai prosedur dan dipastikan tidak berhenti di tengah jalan.
Dalam hal ini, peran fasilitas pelayanan kesehatan menjadi sangat penting. Puskesmas dan rumah sakit tidak hanya berfungsi memberikan pengobatan, tetapi juga membantu menemukan kasus baru dan melakukan pemantauan terhadap pasien selama menjalani terapi.
Nenie juga menyoroti peran tenaga kesehatan dan kader kesehatan di tingkat masyarakat. Mereka dinilai memiliki posisi strategis untuk membantu memberikan informasi, mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan serta mendampingi pasien agar tetap disiplin menjalani pengobatan.
“Peran puskesmas, rumah sakit, tenaga kesehatan, hingga kader kesehatan sangat penting dalam menemukan kasus sejak dini dan memastikan pasien menjalani pengobatan secara lengkap sesuai prosedur,” katanya.
Lebih lanjut, Nenie mendorong Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya memperluas sosialisasi mengenai TBC. Informasi yang diberikan kepada masyarakat, kata dia, harus mencakup gejala yang perlu diwaspadai, langkah pencegahan, pentingnya pemeriksaan serta pola hidup bersih dan sehat.(zia/ans/ko)







