Api Karhutla Kepung Kobar, 1.717 Hektare Terbakar dan 1.160 Hotspot Terdeteksi

oleh
oleh

Pangkalan Bun, Kaltengonline.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, terus menunjukkan peningkatan serius. Hingga 31 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB, tercatat 275 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 1.717,458 hektare.

Data rekapitulasi BPBD Kobar menunjukkan lonjakan terbesar terjadi pada Agustus. Dalam satu bulan, luas lahan yang terbakar mencapai 1.508,91 hektare, menjadi angka tertinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya sepanjang 2026.

Selain kejadian karhutla, ancaman juga terlihat dari tingginya titik panas. Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan RI, sebanyak 1.160 hotspot terdeteksi di Kobar sepanjang Januari hingga 31 Agustus 2026.

Dari jumlah tersebut, 1.033 hotspot terdeteksi pada Agustus. Arut Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 762 titik, disusul Kumai 197 titik, Arut Utara 88 titik, Kotawaringin Lama 88 titik, Pangkalan Banteng 21 titik, dan Pangkalan Lada 4 titik.

Sementara untuk kejadian karhutla, Arut Selatan menjadi wilayah dengan catatan tertinggi, mencapai 163 kejadian. Kecamatan Kumai menyusul dengan 78 kejadian, Pangkalan Banteng 14 kejadian, Kotawaringin Lama 8 kejadian, Pangkalan Lada 8 kejadian, serta Arut Utara 4 kejadian.

Dari sisi luasan, Kecamatan Kumai menjadi wilayah yang paling terdampak dengan 936,69 hektare lahan terbakar. Kemudian Arut Selatan mencapai 657,913 hektare, Pangkalan Banteng 46,75 hektare, Kotawaringin Lama 32,1 hektare, Arut Utara 30,5 hektare, dan Pangkalan Lada 13,505 hektare.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kobar Samuel melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Andhan Santana menyampaikan perkembangan rekapitulasi karhutla tersebut pada Senin (31/8/2026). Data kejadian dan luasan lahan terbakar bersumber dari rekapitulasi BPBD Kobar Tahun 2026.

Menyikapi kondisi tersebut, Wakil Bupati Kotawaringin Barat Suyanto bersama Sekda Kobar Rody Iskandar dan rombongan turun langsung meninjau lokasi karhutla di Jalan Pangkalan Bun-Kolam, tepatnya Km 15.

Di lokasi tersebut, Wakil Bupati bersama rombongan melihat langsung penanganan yang dilakukan Satgas Karhutla. Tim gabungan yang berada di lapangan terus berjibaku melakukan pemadaman dan penanganan agar api tidak semakin meluas.

Dengan tingginya hotspot dan luasan lahan yang terbakar, karhutla di Kobar menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan cepat. Hingga akhir Agustus, 1.717,458 hektare lahan terbakar dan 1.160 hotspot terdeteksi, sementara upaya pemadaman dan pengendalian terus dilakukan oleh tim gabungan di sejumlah lokasi. (ko)