PALANGKA RAYA-Kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menangani dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian pemerintah pusat. Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI), Budi Gunadi Sadikin, melakukan kunjungan kerja ke Kota Palangka Raya untuk meninjau langsung kesiapan layanan kesehatan, Jumat (23/10).
Dalam kunjungan tersebut, Menkes RI meninjau UPTD Puskesmas Panarung yang berlokasi di Jalan Keruing. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan tingkat pertama tetap berjalan optimal, terutama dalam menghadapi dampak kabut asap akibat karhutla.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyambut langsung kedatangan Menkes RI. Jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah turut mendampingi kegiatan tersebut.
“Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya kita untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal, terutama dalam menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan. Kesiapan fasilitas kesehatan dan ketersediaan sarana medis sangat penting agar masyarakat yang membutuhkan pelayanan bisa tertangani dengan baik,” ujarnya.
Selain meninjau kesiapan sarana dan prasarana medis, kunjungan tersebut juga diisi dengan penyerahan dukungan logistik kesehatan untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat. Bantuan yang diserahkan meliputi tabung oksigen, regulator oksigen, selang oksigen, masker N95, nebulizer, serta vitamin. Dukungan tersebut diterima langsung oleh Fairid Naparin.
Fairid menambahkan, dukungan dari pemerintah pusat sangat membantu dalam memperkuat pelayanan kesehatan di Kota Palangka Raya. Terlebih, kebutuhan terhadap fasilitas dan perlengkapan medis menjadi semakin penting dalam menghadapi dampak karhutla.
“Dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan, sangat membantu dalam memperkuat pelayanan kesehatan di Kota Palangka Raya. Bantuan ini harapannya dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Melalui peninjauan tersebut, kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas diharapkan dapat terus ditingkatkan. Terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan. (afa/ans)






