Hari Kartini ke-147, Pemprov Kalteng Tegaskan Komitmen Penguatan Peran Perempuan

oleh
oleh
Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran hadiri Peringatan Hari Kartini ke-147 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di Aula Jayang Tingang, Senin (21/4).
Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran hadiri Peringatan Hari Kartini ke-147 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di Aula Jayang Tingang, Senin (21/4).

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Peringatan Hari Kartini ke-147 di Kalimantan Tengah (Kalteng), Senin (21/4), menjadi momentum reflektif bagi Pemerintah Provinsi Kalteng untuk menegaskan komitmen terhadap penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah. Gubernur menekankan semangat emansipasi harus diwujudkan dalam kebijakan dan langkah nyata, bukan sekadar peringatan seremonial.

Dalam sambutannya, gubernur menyampaikan Hari Kartini merupakan pengingat atas perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam membuka akses pendidikan dan ruang publik bagi perempuan Indonesia.

“Hari Kartini adalah momentum untuk mengenang kembali perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam mendobrak keterbatasan bagi kaum perempuan. Di Kalimantan Tengah, kami berkomitmen menjaga semangat emansipasi itu dalam praktik pemerintahan dan pembangunan,” ujarnya.

Gubernur mengungkapkan, keterwakilan perempuan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah saat ini berada di kisaran 25 persen dari total organisasi perangkat daerah (OPD) dan biro yang ada. Meski belum mencapai angka 30 persen sebagaimana sering menjadi rujukan keterwakilan perempuan, ia menilai capaian tersebut menunjukkan adanya ruang partisipasi yang terus terbuka.

Baca Juga:  Gubernur Tegaskan Komitmen Keterbukaan

Menurutnya, kehadiran perempuan dalam struktur birokrasi bukan semata soal angka, melainkan soal kualitas kontribusi dalam perencanaan, pengawasan, hingga pelaksanaan pembangunan. “Perempuan memiliki peran penting dalam memastikan pembangunan berjalan inklusif dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.

Lebih jauh, Gubernur mengajak kaum perempuan di Bumi Tambun Bungai untuk mengambil peran aktif dalam menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks. Ia secara khusus menyoroti tiga isu utama, yakni pencegahan stunting, pencegahan perkawinan usia dini, serta penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan perlindungan terhadap kelompok rentan. “Perempuan adalah pilar keluarga sekaligus motor penggerak ekonomi daerah. Peran mereka sangat menentukan dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan terlindungi,” katanya.

Gubernur menyampaikan apresiasi kepada perempuan Kalteng yang telah berkiprah di sektor pemerintahan, pendidikan, kesehatan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, kiprah tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan sosial daerah. (ovi/ans)