PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pemanfaatan pekarangan rumah dinilai menjadi solusi efektif dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah ancaman inflasi pangan. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan program urban farming yang dinilai mampu membantu warga menghadapi fluktuasi harga bahan pokok.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin melalui Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini mengajak seluruh lapisan masyarakat di Kota Cantik untuk mulai menanam kebutuhan pangan sehari-hari secara mandiri. Menurutnya, pemanfaatan pekarangan rumah tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendukung pola hidup sehat.
Melalui konsep Dapur Hidup, masyarakat didorong menanam berbagai kebutuhan dapur seperti cabai, tomat, sawi, hingga lengkuas yang kerap mengalami kenaikan harga di pasaran. Sementara itu, konsep Apotek Hidup diarahkan pada budidaya tanaman obat keluarga (TOGA) seperti jahe, kunyit, dan kencur.
“Dengan menanam kebutuhan tersebut di halaman sendiri, masyarakat tidak hanya mendapatkan bahan pangan yang lebih segar dan sehat, tetapi juga mengurangi ketergantungan belanja harian di pasar,” ujar Zaini, Selasa (21/4).
Ia menjelaskan, langkah ini menjadi strategi sederhana namun efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga. Terlebih di tengah dinamika pasar yang dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari distribusi hingga kondisi global.
“Ketika harga pangan naik akibat gangguan distribusi atau pengaruh global, rumah tangga yang sudah memiliki sumber pangan sendiri tentu tidak akan terlalu terdampak,” katanya.
Terlebih keberadaan tanaman pangan di tingkat rumah tangga dapat menjadi bantalan ekonomi yang kuat. Dengan ketersediaan bahan pangan mandiri, daya beli masyarakat dapat tetap terjaga meski terjadi tekanan inflasi.
“Ini adalah langkah preventif yang sangat efektif. Selain membantu ekonomi keluarga, juga memperkuat ketahanan pangan dari skala paling kecil, yaitu rumah tangga,” tambahnya.
Pemko Palangka Raya pun terus mengoptimalkan sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat agar program urban farming, Apotek Hidup, dan Dapur Hidup dapat diterapkan secara luas dan berkelanjutan.
Melalui gerakan ini, pemerintah berharap masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menjadi produsen pangan secara mandiri, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan produktif di kawasan perkotaan. (ham/ans/ko)







