PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, memastikan stok beras dan minyak goreng di Kalteng dalam kondisi aman hingga akhir tahun. Kepastian itu disampaikan usai meninjau langsung gudang Perum Bulog Kalteng di Jalan Tjilik Riwut Km 3, Palangka Raya, Selasa (21/4).
Dalam sidak tersebut, Gubernur tidak hanya mengecek ketersediaan stok, tetapi juga menegaskan langkah pengendalian inflasi melalui Pasar Penyeimbang, penguatan program bantuan pangan, serta pengawasan ketat distribusi BBM dan barang subsidi.
“Di sini ada sekitar 2.000 ton, di gudang lain sekitar 1.000 ton. Kita ingin memastikan kebutuhan Kalimantan Tengah benar-benar tercukupi,” ujar Agustiar di sela peninjauan.
Berdasarkan data Bulog, kebutuhan beras untuk bantuan pangan di Kalteng mencapai sekitar 12.400 ton per tahun. Pemerintah Provinsi Kalteng, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan Bulog untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di lapangan.
Untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok, Pemprov Kalteng bersama Bulog menyiapkan program Pasar Penyeimbang. Program ini ditujukan untuk menjaga harga tetap terkendali, terutama di tengah potensi kenaikan harga energi.
“Kami bersama Bulog akan menyusun langkah Pasar Penyeimbang agar harga beras, gula, dan bahan pokok lainnya tetap terjaga. Ini bagian dari upaya menjaga inflasi daerah,” tegasnya.
Selain itu, Pemprov juga mengoptimalkan program bantuan sosial, termasuk Bantuan Pangan Presiden serta program daerah melalui Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) yang telah diluncurkan. Program tersebut menyasar masyarakat berpenghasilan rendah agar daya beli tetap terjaga.
“Tujuannya sama, baik dari pemerintah pusat maupun provinsi, agar bantuan tepat sasaran dan diterima masyarakat yang berhak,” katanya.
Gubernur Agustiar menegaskan komitmennya untuk mengawal program subsidi agar tepat sasaran. Ia menilai, penyimpangan di lapangan dapat merugikan masyarakat serta mencederai kebijakan pemerintah pusat.
“Subsidi itu untuk masyarakat yang berhak. Kalau ada korporasi atau pihak yang tidak berhak mengambil subsidi, itu tidak benar. Kami akan kawal,” tegasnya.
Sementara itu, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kalteng, Erwin Budiana, memastikan stok beras dalam kondisi sangat aman.
“Total stok beras kami saat ini lebih dari 18.000 ton. Untuk sisa penyaluran bantuan pangan sekitar 3.100 ton, sehingga masih ada sekitar 14.000–15.000 ton,” ujarnya. Selain bantuan pangan, Bulog juga akan menyalurkan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan Gerakan Pangan Murah. Meski demikian, stok dipastikan tetap aman.
“Target kami, hingga akhir tahun stok masih tersisa sekitar 7.000–8.000 ton. Itu pun belum termasuk penyerapan gabah atau beras dari petani yang diperkirakan mencapai 5.000–6.000 ton tambahan. Jadi secara keseluruhan sangat aman,” katanya.
Untuk komoditas minyak goreng, Bulog mencatat stok mencapai 1 juta liter. Separuhnya merupakan Minyakita dan separuh lainnya minyak komersial.
“Minyakita kami salurkan untuk bantuan pangan dan juga ke toko-toko melalui program SP2KP. Stok aman, dan harga masih sesuai HET, yakni Rp15.700 per liter,” jelas Erwin.
Dengan langkah pengawasan distribusi, pelaksanaan Pasar Penyeimbang, serta dukungan stok yang memadai dari Bulog, Pemprov Kalteng optimistis stabilitas harga dan pasokan pangan di Bumi Tambun Bungai tetap terjaga hingga akhir tahun. (ovi/ala/ko)







