Pemko Palangka Raya Sediakan Pengobatan Gratis bagi Warga Terdampak Kabut Asap

oleh
oleh
Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya memaparkan penggunaan dana Banpres Rp10 miliar untuk penanganan dampak karhutla, Minggu (1/11).
Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya memaparkan penggunaan dana Banpres Rp10 miliar untuk penanganan dampak karhutla, Minggu (1/11).

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memastikan masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Fasilitas tersebut didukung dana Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp10 miliar yang dialokasikan untuk penanganan dampak karhutla.

Anggaran tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan, bahan medis habis pakai (BMHP), serta pembiayaan pelayanan kesehatan di sejumlah fasilitas kesehatan.

Kepala Dinkes Kota Palangka Raya Riduan mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya telah menyerap Rp291.341.050 untuk belanja BMHP dan obat-obatan. Pengadaan tersebut mencakup vitamin, masker medis, hingga oksigen kaleng atau Oxycan untuk membantu penanganan warga terdampak kabut asap.

Selain itu, pemerintah juga menyediakan peralatan medis pendukung, seperti tabung oksigen, regulator, dan oksimeter. Perlengkapan tersebut disiapkan untuk menunjang pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap karhutla.

“Dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan penanganan kesehatan di lapangan,” jelas Riduan.

Tidak hanya pengadaan perlengkapan medis, Dinkes juga mengalokasikan Rp462.475.000 untuk membiayai pelayanan kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung pengobatan gratis bagi masyarakat terdampak karhutla sesuai instruksi Wali Kota Palangka Raya.

Riduan menjelaskan, masyarakat dapat terlebih dahulu memeriksakan kondisi kesehatannya di puskesmas. Apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut, pasien akan dirujuk ke rumah sakit mitra pemerintah.

Fasilitas rujukan tersebut meliputi RSUD dr. Doris Sylvanus, RSUD Kota Palangka Raya, rumah sakit TNI, serta Rumah Sakit Bhayangkara.

Pemaparan penggunaan anggaran itu disampaikan Dinkes dalam konferensi pers di Aula Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Minggu (1/11).

Melalui keterbukaan informasi tersebut, Pemko Palangka Raya berharap masyarakat dapat mengetahui pemanfaatan dana Banpres, khususnya dalam mendukung penanganan dampak karhutla di bidang kesehatan. (afa/ans/ko)