PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Lonjakan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Palangka Raya sepanjang 2025 menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata daerah. Tercatat sebanyak 644.270 wisatawan datang ke ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut. Meski demikian, DPRD Kota Palangka Raya mengingatkan agar capaian itu tidak hanya dipandang dari sisi angka semata.
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M Norkim menyebut peningkatan kunjungan patut diapresiasi. Namun, ia menilai pola kedatangan wisatawan yang masih bertumpu pada libur panjang dan akhir pekan menunjukkan adanya pekerjaan rumah yang belum tuntas.
“Secara statistik ini tentu menggembirakan. Tapi kalau keramaian hanya terjadi saat musim liburan, berarti pariwisata kita belum bergerak stabil sepanjang tahun,” ujar Arif, Rabu (14/1).
Menurutnya, kondisi tersebut mengindikasikan perlunya pembenahan strategi pengelolaan pariwisata agar destinasi tetap menarik di luar momentum high season. Ia mendorong Disparbudpora Kota Palangka Raya untuk lebih inovatif dalam merancang program yang mampu menjaga denyut kunjungan wisatawan setiap waktu.
Arif menilai, penguatan agenda wisata rutin menjadi salah satu kunci. Selain itu, promosi berbasis komunitas, pengembangan wisata edukasi, serta pengayaan atraksi budaya lokal dinilai dapat menjadi magnet yang tidak bergantung pada kalender libur.
“Even yang berkesinambungan dan melibatkan masyarakat bisa membuat destinasi tetap hidup, bahkan di hari biasa,” jelas Legislator PAN ini.
Tak hanya soal program, aspek infrastruktur juga tak luput dari sorotan. Arif menekankan pentingnya perbaikan akses jalan menuju lokasi wisata, kebersihan kawasan, hingga kelengkapan fasilitas pendukung demi kenyamanan pengunjung.
“Sarana dan prasarana itu sangat menentukan kesan wisatawan. Kalau nyaman, mereka tidak ragu untuk datang kembali,” katanya.
Ia menegaskan, DPRD pada prinsipnya memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan sektor pariwisata, selama arah kebijakannya jelas dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Targetnya bukan hanya angka kunjungan, tetapi pemerataan wisata, peningkatan PAD, dan manfaat ekonomi yang dirasakan warga di sekitar destinasi,” tegas Arif.
Dengan menjadikan data kunjungan wisata tahun 2025 sebagai bahan evaluasi, Arif berharap pengelolaan pariwisata Palangka Raya pada 2026 dapat berjalan lebih konsisten dan berkelanjutan.
“Jika dikelola serius dan berkesinambungan, pariwisata bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah, bukan sekadar ramai saat musim liburan,” pungkasnya. (ham/ans/ko)







