Kriminalitas Pecah Kaca Mobil Disorot

oleh
oleh
Ketua Komisi II DPRD Kalteng Siti Nafsiah (kedua dari kanan) saat mengikuti rapat paripurna dewan.
Ketua Komisi II DPRD Kalteng Siti Nafsiah (kedua dari kanan) saat mengikuti rapat paripurna dewan.

Nafsiah Dorong Penguatan Sistem Keamanan Kota

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Maraknya kasus pencurian dengan modus pecah kaca mobil di Kota Palangka Raya, termasuk yang terjadi saat kegiatan sosialisasi Kartu Huma Betang beberapa waktu lalu, mendapat perhatian serius dari DPRD Kalimantan Tengah.

Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Siti Nafsiah, menilai kejadian tersebut menjadi sinyal perlunya penguatan sistem keamanan perkotaan secara menyeluruh.

Menurutnya, fenomena ini tidak bisa hanya dipandang sebagai tindak kriminal biasa, melainkan mencerminkan persoalan yang lebih kompleks. Faktor seperti lemahnya pengawasan ruang publik, efektivitas penegakan hukum, hingga kondisi sosial-ekonomi masyarakat dinilai turut berkontribusi terhadap meningkatnya kasus serupa.

“Kami memandang maraknya kasus pencurian dengan modus pecah kaca mobil di ruang publik maupun perampokan minimarket yang terjadi baru-baru ini merupakan indikator bahwa sistem keamanan perkotaan masih perlu diperkuat secara menyeluruh,” ujarnya, Jumat (27/3).

Lebih lanjut, Siti Nafsiah menegaskan bahwa penanganan tidak cukup hanya mengandalkan langkah represif. Diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif, mulai dari upaya pencegahan, penataan lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat.

“Kami mendorong peningkatan pengawasan di titik-titik strategis serta penguatan sistem keamanan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penataan kawasan rawan, seperti peningkatan penerangan jalan serta pengelolaan parkir yang lebih tertata. Selain itu, intervensi pada aspek sosial-ekonomi melalui program pemberdayaan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja dinilai penting untuk mengurangi faktor pemicu kriminalitas.

“Pendekatan dari hulu hingga hilir perlu dilakukan agar angka kriminalitas dapat ditekan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (afa/ko)