PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Kegiatan misi dagang antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menjadi momentum strategis untuk memperluas akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di Kota Palangka Raya.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyambut positif kolaborasi antarprovinsi tersebut. Ia menilai kerja sama yang terbangun tidak hanya membuka peluang pasar baru, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap pemberdayaan UMKM lokal.
“Kami menyambut dengan baik inisiasi dari Pemprov Jatim yang sudah bekerja sama dengan Pemprov Kalteng, secara tidak langsung memberdayakan UMKM lokal, terutama UMKM Palangka Raya,” ujarnya selepas giat di Bahalap Hotel, Kamis (23/4).
Menurut Fairid, upaya memperkenalkan sekaligus memasarkan produk unggulan daerah sebenarnya telah lama dilakukan oleh Pemerintah Kota Palangka Raya. Kerja sama dengan sejumlah daerah di Jawa Timur seperti Kabupaten Blitar dan Madiun menjadi salah satu contoh nyata dari langkah tersebut.
Ia mengungkapkan, hasil dari kolaborasi tersebut mulai menunjukkan capaian konkret. Sejumlah produk UMKM unggulan seperti gaharu dan kratom bahkan telah mencapai tahap transaksi final dan siap dipasarkan lebih luas.
“Terbaru, UMKM seperti gaharu akhirnya sudah final transaksi, kratom pun juga. Ini sangat memberdayakan UMKM,” tambahnya.
UMKM Palangka Raya kini semakin menunjukkan eksistensinya di pasar internasional. Produk-produk lokal tidak hanya mampu menembus pasar luar negeri, tetapi juga mengalami peningkatan permintaan yang signifikan.
“Peningkatan permintaan dari luar negeri menjadi peluang besar bagi UMKM untuk berkembang. Seperti pengiriman ke Selandia Baru yang sebelumnya hanya dua kontainer, kini berpotensi meningkat menjadi empat hingga enam kontainer. Hal ini menunjukkan bahwa produk UMKM lokal semakin diterima di pasar global,” jelasnya.
Bahkan jangkauan pasar ekspor UMKM Palangka Raya terus meluas. Selain ke Selandia Baru, produk lokal juga telah menjangkau kawasan Shanghai dan dalam waktu dekat direncanakan akan dikirim ke Nigeria.
Meski peluang terbuka lebar, Fairid mengingatkan para pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjaga kualitas produk agar mampu bersaing di pasar global. “Pelaku UMKM harus mampu menjaga kualitas sekaligus meningkatkan kuantitas produksi agar dapat memenuhi permintaan pasar luar negeri,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak dalam memperkuat ekosistem ekspor UMKM, mulai dari pembinaan, akses permodalan, hingga fasilitasi pemasaran.
Melalui misi dagang ini, diharapkan sinergi antar daerah semakin kuat dan mampu membuka peluang yang lebih luas bagi produk-produk lokal untuk bersaing di kancah internasional.
“Ini momentum yang harus dimanfaatkan. Kami ingin UMKM Palangka Raya tidak hanya kuat di pasar lokal, tetapi juga mampu menjadi pemain di pasar global,” pungkas Fairid. (ham/ans/ko)







