Drainase Jadi Sorotan, Wabup Kotim Dorong Pokir DPRD Fokus Atasi Banjir Sampit

oleh
oleh
Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati saat turun langsung meninjau penanganan banjir di Kecamatan Baamang, Selasa (19/5).
Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati saat turun langsung meninjau penanganan banjir di Kecamatan Baamang, Selasa (19/5).

SAMPIT, Kaltengonline.com – Banjir yang berulang kali merendam sejumlah ruas jalan di Kota Sampit sepanjang Mei 2026 mulai mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Wakil Bupati Kotim, Irawati, meminta anggota DPRD kabupaten maupun provinsi asal Kotim memprioritaskan program pokok pikiran (pokir) untuk pembenahan drainase perkotaan.

Menurut Irawati, persoalan utama yang harus segera dibenahi saat ini bukan lagi sekadar pembangunan jalan lingkungan atau gang, melainkan sistem drainase yang dinilai belum mampu menampung debit air saat hujan deras mengguyur Kota Sampit.

“Yang paling penting sekarang adalah penanganan drainase di wilayah kota terlebih dahulu,” kata Irawati, Rabu (20/5).

Ia menilai pembangunan jalan lingkungan selama ini kurang maksimal apabila tidak dibarengi dengan sistem drainase yang memadai. Kondisi tersebut membuat jalan cepat rusak karena kerap terendam banjir.

“Selama ini banyak pembangunan gang dilakukan. Tetapi kalau drainasenya tidak lancar, tetap saja terendam dan akhirnya jalan cepat rusak,” ujarnya.

Baca Juga:  Kotim Siapkan Perda Disabilitas untuk Lindungi Hak Penyandang Disabilitas

Irawati berharap pembangunan drainase di Kota Sampit dapat dibuat lebih besar dan terintegrasi, seperti sistem drainase yang telah diterapkan di kawasan Jalan Ahmad Yani dan Jalan MT Haryono.

“Kalau memungkinkan dibuat seperti drainase di Jalan Ahmad Yani dan MT Haryono. Kalau tidak seperti itu, banjir akan terus berulang,” tegasnya.

Namun demikian, ia mengakui pembangunan drainase berskala besar membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang masih berlangsung, dukungan dari legislatif melalui pokir dinilai sangat diperlukan.

“Memang perlu anggaran besar, makanya kami berharap anggota dewan bisa membantu melalui program pokir,” katanya.

Selain pembenahan fisik, Irawati juga menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Banyak saluran air yang tersumbat sampah sehingga memperparah genangan saat hujan turun.

“Kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan juga sangat penting. Banyak saluran air yang tersumbat sehingga air tidak mengalir lancar,” pungkasnya. (sli/ko)