PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Predikat Kota Sehat memang menjadi kebanggaan bagi daerah. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana program tersebut mampu menghadirkan lingkungan yang bersih, nyaman, dan layak huni bagi masyarakat.
Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi, menegaskan bahwa program Kota Sehat tidak boleh hanya berorientasi pada penghargaan atau pengakuan di tingkat nasional. Menurutnya, tujuan utama yang harus dicapai adalah peningkatan kualitas hidup masyarakat secara nyata.
“Yang paling utama adalah bagaimana program ini benar-benar berdampak terhadap kualitas hidup masyarakat. Predikat Kota Sehat tentu menjadi kebanggaan, tetapi yang lebih penting adalah manfaat yang dirasakan masyarakat secara langsung,” ujarnya.
Ia menilai keberhasilan sebuah kota tidak hanya diukur dari banyaknya penghargaan yang diraih, melainkan dari kemampuan pemerintah menghadirkan pelayanan publik yang baik, sanitasi yang memadai, lingkungan yang bersih, serta ruang hidup yang sehat dan nyaman bagi warga.
Syaufwan mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Palangka Raya dalam memenuhi berbagai indikator penilaian Kota Sehat. Langkah tersebut dinilai menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun kota yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program tersebut tidak bisa hanya mengandalkan kerja pemerintah. Keterlibatan seluruh elemen, mulai dari organisasi perangkat daerah, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor harus terus diperkuat agar setiap program yang dijalankan dapat saling mendukung dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah memang telah menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti pengelolaan sampah, sanitasi, hingga ruang terbuka hijau. Namun tanpa kesadaran masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkannya dengan baik, hasilnya tidak akan maksimal.
Karena itu, ia menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Pembangunan Kota Sehat, kata dia, tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga harus dibarengi dengan perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat.
“Kesadaran kolektif harus terus dibangun. Lingkungan yang sehat bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Syaufwan optimistis target Kota Sehat yang dicanangkan Pemerintah Kota Palangka Raya dapat tercapai apabila seluruh pihak bergerak dalam satu visi yang sama. Selain menghadirkan prestise bagi daerah, keberhasilan tersebut diyakini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.
“Jika bergerak bersama, saya yakin target Kota Sehat dapat tercapai sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Palangka Raya,” pungkasnya. (zia/ko)







