Meski demikian, masih ditemukan beberapa pelaku usaha yang membandel. Tetap melayani konsumen hingga pukul 22.00 WIB dengan alasan masih mengikuti SE Wali Kota Palangka Raya yang terdahulu.
Pihaknya belum bisa menerapkan sanksi, mengingat saat ini pemko sendiri sedang mempersiapkan SE Wali Kota sebagai dasar hukum.
“Kita tunggu saja, apabila SE sudah keluar, baru nanti kami sosialisasikan lagi dan akan kami tindak sesuai ketentuan dasar hukum yang berlaku,” ujarnya.
Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri mengungkapkan, kegiatan vaksinasi di Kota Cantik secara umum berjalan lancar. Hanya ada satu kasus saat vaksinasi massal di Kelurahan Pager, Kecamatan Rakumpit. Ada warga yang mengamuk dan merusak alat kesehatan lantaran tidak mendapatkan dosis vaksin.
“Tersangka datang ke tempat vaksinasi massal di Kelurahan Pager pada pukul 13.00 WIB, tapi saat itu stok vaksin sudah habis, karena yang disiapkan hanya 60 dosis. Warga berangkutan sudah diamankan dan akan dilakukan proses hukum,” ucap kapolres.
Seluruh Indikator Meningkat
Berdasaran analisis Tim Persatuan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Kalteng atas data mingguan hingga 4 Juli lalu, seluruh indikator penyakit menunjukkan kecenderungan terus meningkat. Status kesehatan karena Covid-19 lebih buruk dari minggu lalu, jumlah kasus konfirmasi dan angka kematian melonjak, serta laju penularan makin cepat.
Ketua PAEI Kalteng Rini Fortina mengatakan, grafik kecenderungan kasus baru minggu ke-70 masa pandemi Covid-19 ini, pertumbuhan kasus baru ada 1.415 dengan rata-rata 202 kasus per hari. Kasus konfirmasi mingguan meningkat 34,1 persen dari minggu sebelumnya.
“Pertumbuhan kasus baru mingguan berkisar antara 600 sampai 1.415 kasus pada empat minggu terakhir ini. Merupakan puncak tertinggi masa pandemi setelah puncak pertama pada bulan Desember tahun lalu,” katanya saat dikonfirmasi Kalteng Pos, Selasa (6/7).
Dijelaskannya, tren kematian minggu ini meningkat 63,6 persen dari minggu lalu. Ini merupakan situasi kesehatan yang buruk, dengan rata-rata kematian 8 orang per hari. Perawatan dalam tiga minggu terakhir juga cenderung meningkat 0,2 sampai 0,5 persen per hari.
“Meskipun persentase kesembuhan juga mengalami peningkatan 17,5 persen,” jelasnya.
Berdasarkan data mingguan ini pun dapat terlihat bahwa penularan tercepat berada di Kabupaten Sukamara, Palangka Raya, Lamandau, dan Kotawaringin Barat (Kobar). Angka kematian tertinggi pun ada di empat wilayah tersebut.







